tvOnenews.com - Tawuran antarremaja kembali memakan korban dengan luka yang sangat serius. Seorang pelajar berusia 16 tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, harus kehilangan telapak tangan kanannya setelah disabet senjata tajam saat bentrokan dua kelompok remaja yang terjadi di Jalan Raya Klari–Pancawati, Senin (20/7/2026) malam.
Insiden tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial.
Peristiwa itu menambah panjang daftar kasus tawuran pelajar yang berujung pada cacat permanen bahkan kematian.
Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan aparat kepolisian dan pemerintah daerah, aksi kekerasan antarkelompok remaja masih terus terjadi.
Polisi kini tengah memburu para pelaku yang terlibat, sementara korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat yang dideritanya.
Tawuran Berujung Telapak Tangan Putus
Korban diketahui berinisial R (16), seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Sebelum kejadian, ia berpamitan kepada keluarganya dengan alasan hendak bermain futsal bersama teman-temannya.
Namun, malam itu justru berakhir tragis setelah ia terlibat tawuran di Jalan Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat dua kelompok remaja saling menyerang menggunakan berbagai jenis senjata tajam di tengah jalan.
Korban tampak berusaha melawan, tetapi akhirnya terdesak dan tidak mampu menghindari serangan lawannya.
Akibat sabetan senjata tajam tersebut, telapak tangan kanan korban mengalami luka sangat parah hingga putus. Rekaman video lain bahkan memperlihatkan bagian telapak tangan korban tercecer di badan jalan setelah bentrokan berakhir.
Dalam keterangan lain disebutkan bahwa lima jari tangan kanan korban juga terputus akibat serangan tersebut. Korban kemudian roboh bersimbah darah di lokasi kejadian setelah kehilangan banyak darah.
Korban Jalani Perawatan Intensif di RSUD Karawang
Usai bentrokan, rekan-rekan korban segera mengevakuasi R menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Saat tiba di rumah sakit, korban dilaporkan masih dalam keadaan sadar meski mengalami pendarahan hebat. Tim medis langsung memberikan penanganan darurat karena kondisi korban membutuhkan tindakan operasi sesegera mungkin.





Komentar (0)