Tim gabungan menemukan satu korban lain sekitar pukul 15.30 WIB. Korban perempuan itu lalu dievakuasi dari lantai 2 menggunakan kantong jenazah, untuk diidentifikasi. Sehingga, sejauh ini ada 2 orang tewas yang sudah dievakuasi.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa petugas menemukan satu korban lainnya yang tertimbun reruntuhan bangunan usai ledakan gas pipa di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
"Tim gabungan telah menemukan dan berhasil. Terima kasih untuk doanya. Menemukan satu lagi dari tiga korban yang semalam masih proses pencarian evakuasi di TKP di rumah di lantai dua," kata Calvijn saat ditemui di lokasi.
Calvijn belum bisa memastikan apakah korban adalah Asisten Rumah Tangga (ART) atau bukan.
"Tadi subuh itu telah ditemukan satu korban. Dan puji Tuhan, barusan korban kedua sudah ditemukan. Tetapi saya belum bisa menentukan apakah yang kedua ini adalah ART atau babysitter," imbuh Calvijn.
Kini korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Tim gabungan masih berupaya mencari satu korban lainnya yang terjebak di reruntuhan yang tidak jauh dari lokasi korban kedua.
"Ada satu lagi korban di lantai dua, yang informasinya tidak jauh titiknya dengan korban yang kedua tadi," ucap Calvijn.
Sebelumnya, Polrestabes Medan menjelaskan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran pipa gas yang berada di bawah tanah perumahan Grand Polonia di Medan, pada Senin (20/7) kemarin.
"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat di lokasi, Senin (20/7).
Calvijn mengatakan, dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi gas petugas.
"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.
"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.






Komentar (0)