APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Ini Penjelasan Purbaya

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

APBN mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun sepanjang semester I-2026.

APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Ini Penjelasan Purbaya (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun sepanjang semester I-2026. 

Defisit tersebut setara dengan 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akibat realisasi belanja negara yang lebih besar dibandingkan pendapatan.

Baca Juga:
Purbaya Optimistis Outlook Defisit APBN Akhir Tahun Terjaga di Level 2,85 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja APBN hingga Juni 2026 masih menunjukkan kondisi yang solid, dengan peran belanja negara tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan program pembangunan nasional.

“Kinerja APBN hingga semester I-2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat. APBN terus berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan agenda pelaksanaan pembangunan nasional,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga:
Fiskal Sejumlah Daerah Terbatas, DPR RI Usul Gaji PPPK Pakai APBN

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, meningkat 21,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh penerimaan pajak yang mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen yoy. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp152 triliun, naik 3,4 persen, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun atau tumbuh 21,6 persen.

Baca Juga:
Pendapatan Negara di APBN 2026 Diproyeksi Lampaui Target

Di sisi belanja, realisasi pengeluaran negara mencapai Rp1.656 triliun hingga semester I 2026 atau meningkat 17,8 persen yoy. Anggaran tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp357,4 triliun.

Purbaya menilai kinerja penerimaan dan belanja tersebut menunjukkan APBN masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan.

Baca Juga:
Purbaya Siapkan Skema Non-APBN untuk Bereskan Utang Whoosh

“Dengan kinerja tersebut, kami optimistis APBN akan terus efektif untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OTT Bupati Lombok Barat, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas
• 15 jam lalu
0
thumb
WNI Asal Madiun Diduga Kabur saat Tur Korea Selatan
• 6 jam lalu
0
thumb
Lokasi Layanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta pada Selasa 21 Juli 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Pram Akan Perbaiki SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Sudah 2 Tahun Roboh
• 9 jam lalu
0
thumb
KSAD Maruli Terima Panglima Tentera Darat Malaysia, Bahas Stabilitas Kawasan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.