Argentina Terancam Hukuman Berat Akibat Kericuhan Usai Final Piala Dunia 2026

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Tim nasional Argentina menghadapi ancaman hukuman disiplin yang lebih berat setelah kericuhan mewarnai laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

FIFA tengah menginvestigasi bentrokan yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan dan membuka peluang menjatuhkan sanksi tambahan kepada pemain maupun Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Penyelidikan dilakukan menyusul insiden yang melibatkan sejumlah pemain Argentina dengan pemain Spanyol sesaat setelah La Roja memastikan kemenangan 1-0 pada final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Leandro Paredes. Gelandang berusia 32 tahun itu menerima kartu merah setelah pertandingan usai karena terlibat bentrokan dengan Eric Garcia dan Gavi.

Sementara Nahuel Molina bek Argentina juga terekam kamera diduga mengayunkan pukulan ke arah Rodri kapten Spanyol.

Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, pemain yang diusir akibat tindakan kekerasan tidak hanya menjalani sanksi otomatis satu pertandingan, tetapi dapat dikenai hukuman minimal tiga pertandingan atau lebih bergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Selain Paredes, Enzo Fernandez juga dipastikan menjalani larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah akibat dua kartu kuning selama waktu normal pertandingan.

FIFA kini sedang mempelajari laporan wasit, rekaman pertandingan, serta bukti video lain sebelum memutuskan apakah terdapat pelanggaran tambahan yang layak dikenai sanksi retrospektif.

Nahuel Molina juga berpotensi dijerat hukuman meski tidak menerima kartu dari wasit. Dalam aturan FIFA, pemain tetap dapat dikenai sanksi apabila bukti video menunjukkan adanya tindakan kekerasan yang luput dari pengamatan perangkat pertandingan.

Tak hanya pemain, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga terancam menghadapi tindakan disiplin apabila investigasi menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan secara kolektif oleh tim.

Menurut Independent, Kode Disiplin FIFA mengatur bahwa federasi dapat dikenai sanksi apabila sebuah tim nasional melakukan tindakan tidak pantas secara bersama-sama, termasuk ketika lima atau lebih pemain menerima hukuman disiplin dalam satu pertandingan.

Selain bentrokan di final, FIFA juga masih mengevaluasi tindakan sejumlah pemain Argentina seusai kemenangan atas Inggris pada semifinal.

Saat itu, beberapa pemain membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau “Kepulauan Falkland adalah milik Argentina”.

Juru bicara FIFA sebelumnya menyatakan, Komite Disiplin independen sedang memeriksa laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh fakta sebelum menentukan langkah lanjutan sesuai Kode Disiplin FIFA.

Kasus serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2014 ketika Luis Suarez dijatuhi larangan tampil dalam sembilan pertandingan internasional serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama empat bulan setelah menggigit Giorgio Chiellini.

Contoh lain terjadi pada final Piala Dunia 2006. Zinedine Zidane mendapat hukuman larangan bermain tiga pertandingan akibat menanduk Marco Materazzi. Sedangkan bek Italia itu dijatuhi sanksi dua pertandingan karena dinilai memprovokasi lawannya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 10 Hektare
• 8 jam lalu
0
thumb
Narik Pajak Libatkan TNI dan Polri, DPR: Emang Masih Perlu?
• 4 jam lalu
0
thumb
Poin-Poin RUU PFII: Digodok DPR Tak Sampai Sebulan, Bakal Disahkan Hari Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
Mengenal Siesta, Tradisi Tidur Siang Orang Spanyol yang Penuh Manfaat
• 10 jam lalu
0
thumb
Morgan Rogers Jadi Rekrutan Termahal Sepanjang Sejarah Chelsea, Lampaui Rekor Moises Caicedo
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.