Prabowo mengatakan digitalisasi pemerintahan tidak hanya bertujuan menyederhanakan layanan publik. Tetapi juga memastikan berbagai program strategis, termasuk di bidang pendidikan, dapat diakses dan dikelola secara lebih efektif.
"Saat ini dari laporan Dewan Ekonomi Nasional, digitalisasi program bantuan sosial telah dijalankan. Beasiswa LPDP 23.289 mahasiswa untuk dalam negeri dan luar negeri, Beasiswa S1 Garuda, Beasiswa S1 Unhan, Beasiswa Sekolah Taruna Nusantara," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Minggu, 20 Juli 2026.
Menurut Prabowo, integrasi berbagai program pendidikan ke dalam sistem digital merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan berbasis data. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin masyarakat menghadapi proses administrasi yang berbelit-belit hanya untuk memperoleh layanan negara.
Baca juga: Sekolah Zaman Now: Akademik Jalan, Karakter Dikuatin
"Digitalisasi pemerintahan mutlak harus kita lakukan. Kita tidak boleh mempunyai puluhan aplikasi yang tidak saling berbicara. Kita tidak boleh meminta rakyat berkali-kali memasukkan data yang sama," ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan pemerintah ingin memastikan bantuan pendidikan maupun program afirmasi dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. "Kita tidak boleh membiarkan rakyat mengeluarkan uang hanya untuk membuktikan bahwa dirinya miskin," tegasnya.
Selain menyinggung LPDP dan sejumlah program beasiswa lainnya, Prabowo turut menyoroti pengembangan Sekolah Garuda. Sekolah Garuda ini diproyeksikan menjadi wadah pembinaan bagi siswa-siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Ia mengatakan peserta didik di Sekolah Unggul Garuda dipersiapkan agar mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik dunia. "Sekolah Unggul Garuda Rp9.500.000 per bulan. Ini adalah anak-anak yang terpintar walaupun dari keluarga tidak mampu mereka masuk ke Sekolah Unggul Garuda," ujar Prabowo.
Menurut dia, tujuan utama program tersebut adalah membuka peluang yang lebih besar bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus unggulan internasional. "Niatnya adalah mereka ini akan nanti masuk ke program-program yang paling berkualitas di seluruh dunia," kata dia.
Prabowo mengungkapkan hingga saat ini pemerintah baru membangun empat Sekolah Unggul Garuda. Namun, ia memberi sinyal jumlahnya akan terus bertambah dengan meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan rencana pengembangan program tersebut.
"Rencana kita baru empat sekolah unggulan Garuda yang terbangun," ucap Prabowo.
Pernyataan itu menunjukkan pemerintah tidak hanya berfokus pada perluasan akses pendidikan melalui digitalisasi. Tetapi juga menyiapkan jalur pembinaan bagi siswa-siswa berprestasi agar mampu bersaing di tingkat global melalui berbagai skema beasiswa dan sekolah unggulan.
Baca juga: Pupuk Terus Bakatnya, 80% Kesuksesan Anak Bukan Hanya dari Nilai Akademik
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)






Komentar (0)