Bogor: Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar (MA) melakukan kunjungan silaturahim ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ormas dalam pencegahan radikalisme, penanggulangan terorisme, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono menegaskan pencegahan terorisme dilaksanakan melalui tiga pilar, kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi. BNPT memandang Mathla'ul Anwar sebagai mitra strategis dalam penguatan kesiapsiagaan nasional dan program deradikalisasi.
"BNPT mengajak Mathla'ul Anwar mengedukasi masyarakat soal bahaya radikalisme. Ancaman terorisme kini semakin adaptif, terutama melalui self-radikalisasi di ruang digital. Propaganda radikalisme bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sehingga sulit membedakan informasi benar dan manipulatif," kata Eddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Juli 2026.
BNPT menekankan penguatan ideologi Pancasila, cinta Tanah Air, dan pembinaan eks narapidana terorisme membutuhkan dukungan ormas, termasuk Mathla'ul Anwar. Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH Jazuli Juwaini menyampaikan Mathla'ul Anwar didirikan tahun 1916 oleh KH Muhammad Yasin, KH Tb Mohamad Soleh, dan KH Mas Abdurrahman. Organisasi ini telah berkiprah di pendidikan, dakwah, dan sosial serta ikut memperjuangkan kemerdekaan.
Mathla'ul Anwar memiliki satu universitas, sekitar 3.000 madrasah, sekitar 17 juta warga, dan kepengurusan di 28 Pengurus Wilayah. Organisasi ini sadar persoalan kebangsaan hanya bisa diselesaikan lewat kolaborasi pemerintah dan ormas.
Baca Juga :
BNPT Bangun Kesiapsiagaan Generasi Muda Hadapi Ancaman Terorisme di Ruang Digital
"Mathla'ul Anwar sebagai ormas Islam memiliki tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Organisasi ini siap bekerja sama dengan BNPT mencegah radikalisme," kata jazuli.
Ia menegaskan Islam tidak mengajarkan radikalisme. Paham radikal lahir dari pemahaman agama yang parsial. Mathla'ul Anwar berkomitmen menumbuhkan semangat bela negara dan memberi pemahaman agama yang benar untuk menjaga NKRI dari radikalisme dan terorisme.
Ketua Majelis Amanah PB Mathla'ul Anwar, KH Embay Mulya Syarif, menyatakan Mathla'ul Anwar adalah mitra strategis BNPT dalam menyebarkan Islam moderat. Dakwah harus dilaksanakan dengan prinsip amar ma'ruf bil ma'ruf dan nahi munkar ghaira munkar, agar umat Islam menjadi perekat persatuan bangsa.
Ilustrasi Medcom.id
Ia mengapresiasi kerja sama Program Desa Siapsiaga di Menes yang memberi manfaat nyata, seperti bantuan mesin produksi paving block bagi pesantren dan pembangunan jalan desa. Kepala BNPT memastikan program ini bisa dikembangkan di wilayah lain bersama Mathla'ul Anwar.
Sekretaris Jenderal PB Mathla'ul Anwar, H Yanuar Arif Wibowo, menyampaikan program deradikalisasi, terutama pembinaan eks narapidana terorisme, bisa menjadi kerja sama konkret. Pencegahan radikalisme harus melibatkan semua pemangku kepentingan lewat kolaborasi pemerintah dan ormas untuk membangun ketahanan masyarakat berkelanjutan.
Silaturahim ini menjadi momentum memperkuat sinergi BNPT dan PB Mathla'ul Anwar dalam membangun masyarakat tangguh terhadap radikalisme, memperkuat Pancasila, dan menjaga persatuan NKRI.





Komentar (0)