Pramono Segera Bangun Gedung SDN Kebayoran yang 2 Tahun Telantar

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung segera membangun kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang hampir 2 tahun telantar atau dibiarkan ambruk.

Adapun sejak 27 November 2024, gedung sekolah dikosongkan demi mengutamakan keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Area sekolah juga telah diamankan untuk mencegah potensi risiko bagi warga sekolah.

BACA JUGA:Kebut Proyek Infrastruktur, Pramono Targetkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun pada 2027

"Saya sudah mendapat laporan dari jajaran terkait. Tentunya saya berikan perhatian khusus agar segera ditangani. Saya pastikan akan segera kami selesaikan," tegas Pramono di Jakarta Selatan pada Selasa, 21 Juli 2026.

Sebagai informasi, sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada November 2024.

Berdasarkan rekomendasi teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, kondisi bangunan dikategorikan rusak berat sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Mulai 28 November 2024, sebanyak 270 siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di lokasi berdampingan.

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem dua shift agar seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan secara optimal.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses pembelajaran menjadi perhatian utama pemerintah.

BACA JUGA:Tekan Risiko Kebakaran, Pramono Siagakan APAR di Setiap RW

"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal. Meski kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan sistem dua shift, proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, didampingi guru, dan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga," ungkapnya.

Nahdiana menegaskan, penyesuaian waktu belajar tidak mengurangi mutu pembelajaran. 

Kurikulum, proses belajar mengajar, serta pendampingan oleh guru dan tenaga kependidikan tetap berjalan sesuai standar.

"Kami terus melakukan pendampingan agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas selama proses pembangunan sekolah dipersiapkan," katanya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Musim Kemarau Pengaruhi Pasokan Air Bersih di Sejumlah Wilayah Cianjur
• 2 jam lalu
0
thumb
Menteri PPPA Tegaskan! HAN Bukan Seremoni, Perlindungan Anak Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
• 2 jam lalu
0
thumb
Kredit Perbankan Tumbuh 11,5%, OJK Sebut Sektor UMKM Masih Jadi Tantangan
• 13 jam lalu
0
thumb
Yusril: KUHAP Baru Jadi Dasar Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tak Ditahan
• 14 jam lalu
0
thumb
Danantara Investment Management Serahkan CLoA ke 8 Mitra Terpilih PSEL Tahap Kedua
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.