Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi memprihatinkan menimpa para siswa di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan.
Akibat bangunan sekolah yang ambruk, kegiatan belajar mengajar (KBM) kini terpaksa dialihkan ke area lapangan dan musala sekolah.
Salah satu orang tua murid, Evi Afrida, mengungkapkan bahwa pada siang hari, area terbuka dan tempat ibadah tersebut seringkali dimanfaatkan sebagai ruang kelas darurat agar para siswa tetap bisa mendapatkan pendidikan.
Evi menjelaskan bahwa sebelumnya pihak orang tua tidak menaruh kecurigaan bahwa bangunan akan roboh, mengingat hanya perbaikan skala kecil yang pernah dilakukan pada sekolah tua tersebut.
"Enggak ada, karena bangunan lama. Enggak ada curiga, cuman ada perbaikan-perbaikan kecil aja sih. Belum renovasi total. Terakhir kan renov cuman genteng sama pake baja ringan," ungkap Evi saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).
Insiden ambruknya gedung ini terjadi pada 27 November 2024, bertepatan dengan momentum Pilkada DKI Jakarta.
Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari memicu keruntuhan bangunan secara bertahap.
Meskipun tidak memakan korban jiwa, peristiwa ini menghancurkan empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Hingga kini, para orang tua merasa resah dan mempertanyakan lambatnya respons pihak terkait untuk memulai proses renovasi.
Ketidakjelasan informasi dari sekolah membuat mereka semakin khawatir akan keamanan anak-anak mereka di lokasi yang masih rawan tersebut.
"Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukannya renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya," tegas Evi.
Besar harapan para orang tua agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera turun tangan melakukan pembangunan ulang.
Selain demi kenyamanan dan keamanan siswa, kerusakan bangunan ini juga berdampak pada terhentinya kegiatan keagamaan seperti mengaji yang biasanya rutin dilakukan. (ant/dpi)





Komentar (0)