Spanyol Evakuasi Lagi 20 Anak Gaza, Total 143 Anak Sudah Dapat Bantuan Medis

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Spanyol kembali mengevakuasi 20 anak asal Gaza yang membutuhkan perawatan medis bersama anggota keluarga mereka. Sebanyak 101 orang tiba di Pangkalan Udara Torrejón de Ardoz, Madrid, setelah diterbangkan dari Yordania.

Evakuasi ini dilakukan berdasarkan status darurat yang disetujui oleh Sekretariat Negara untuk Migrasi di bawah Kementerian Inklusi, Jaminan Sosial, dan Migrasi Spanyol. Melalui program khusus tersebut, para pasien dan keluarganya akan mendapat pendampingan selama tiga bulan sebelum masuk ke dalam Sistem Penerimaan Perlindungan Internasional Spanyol.

Menteri Inklusi, Jaminan Sosial, dan Migrasi Spanyol, Elma Saiz, mengatakan negaranya akan terus menyediakan jalur aman bagi warga Gaza yang membutuhkan penanganan medis darurat.

"Negara kami menjadi contoh dalam perlindungan internasional dan akan terus bekerja untuk menyediakan jalur aman menuju layanan kesehatan bagi mereka yang sangat membutuhkannya," ujar Saiz.

Selama berada di Spanyol, para pasien dan keluarganya akan didampingi oleh organisasi nonpemerintah (NGO) Accem. Anak-anak tersebut juga akan menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit yang tersebar di Madrid, Asturias, Catalonia, Basque Country, Valencia, Castilla-La Mancha, Murcia, dan Navarra. Penempatan pasien disesuaikan dengan kondisi penyakit yang dialami.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Inklusi, Jaminan Sosial, dan Migrasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan Spanyol, Kedutaan Besar Spanyol di Yordania, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga Médecins Sans Frontières (MSF).

Sudah 143 Anak Gaza Dievakuasi dalam Dua Tahun

Evakuasi terbaru ini menambah jumlah anak Gaza yang telah mendapat bantuan medis di Spanyol dalam dua tahun terakhir menjadi 143 anak.

Sejak Juli 2024, Spanyol telah melaksanakan lima operasi evakuasi medis dari Jalur Gaza. Secara keseluruhan, sebanyak 236 orang, termasuk 143 anak, telah dibawa ke negara tersebut untuk menjalani perawatan bersama keluarga atau pendamping mereka.

Pemerintah Spanyol juga telah menyiapkan program perlindungan khusus bagi warga Gaza yang dievakuasi. Berdasarkan kebijakan yang berlaku sejak November 2025, mereka dapat tinggal dalam Sistem Penerimaan Perlindungan Internasional hingga 24 bulan. Kebijakan ini diharapkan memberi waktu yang cukup bagi para pasien untuk menyelesaikan pengobatan sekaligus memperoleh dukungan selama berada di Spanyol.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
WNI Asal Madiun Diduga Kabur saat Tur Korea Selatan
• 3 jam lalu
0
thumb
Pencinta Thriller Wajib Nonton, Adaptasi Junji Ito Hadir di CATCHPLAY+
• 21 jam lalu
0
thumb
Profil dan Riwayat Karier Welah Hatta, Srikandi Indonesia di Balik Closing Ceremony Piala Dunia 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Wali Murid Sebut SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Saat Pilkada 2024
• 5 jam lalu
0
thumb
Joe Hart Kecam Kericuhan Argentina, Tapi Sebut Lionel Messi Satu-satunya yang Tunjukkan Kelas
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.