Gara-gara Kaus Kaki Argentina Kalah dari Spanyol, Ini Dia Biang Keroknya

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY – Gara-gara kaus kaki Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Momen membetulkan kaus kaki mendadak menjadi sorotan.

Biang keroknya Giuliano Simeone. Dia ramai-ramai dihujat karena dianggap lalai mengawal Ferran Torres. Kekalahan Albiceleste pun memicu perdebatan panjang di media sosial.

Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1 pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Gelar juara ditentukan lewat gol Ferran Torres pada babak tambahan, tepatnya menit ke-106.

Namun, bukan hanya gol kemenangan Spanyol yang menjadi perhatian publik. Tayangan ulang proses terciptanya gol tersebut justru menyeret nama Giuliano Simeone sebagai sasaran kritik dari banyak pendukung Argentina.

Dalam rekaman pertandingan, Simeone terlihat tidak memberikan penjagaan ketat kepada Ferran Torres di dalam kotak penalti. Pada saat yang sama, pemain berusia 23 tahun itu justru tampak membetulkan kaus kakinya ketika bola masih berada dalam permainan.

Situasi bermula dari duel Nico Williams dengan Nahuel Molina di sisi lapangan. Banyak yang mengira bola telah keluar, termasuk Simeone. Akan tetapi, bola ternyata masih berada di dalam lapangan sehingga Nico Williams mampu melanjutkan serangan lewat sundulan yang kemudian disambut Ferran Torres menjadi gol.

Sesaat setelah bola bersarang ke gawang Argentina, Simeone masih terlihat mengutak-atik kaus kakinya. Cuplikan tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memancing beragam reaksi dari para pendukung Albiceleste.

Sorotan terhadap Simeone sebenarnya sudah muncul sejak awal turnamen. Meski datang dengan status salah satu talenta muda yang menjanjikan, winger Atletico Madrid itu lebih sering mengawali pertandingan dari bangku cadangan.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Simeone hanya tampil dalam tiga dari delapan pertandingan Argentina. Dua di antaranya sebagai starter ketika menghadapi Yordania pada fase grup dan Inggris di semifinal.

Pada partai final, pelatih memasukkan Simeone pada menit ke-70 menggantikan Rodrigo de Paul dengan harapan memberi energi baru di lini serang. Namun penampilannya justru berakhir dengan kritik karena dianggap gagal membantu pertahanan dalam momen paling krusial.

Media Spanyol, Sport, juga ikut menyoroti insiden tersebut. Menurut laporan mereka, kelengahan Simeone memiliki pengaruh terhadap lahirnya gol penentu kemenangan Spanyol.

“Peran kecilnya dalam bertahan ikut menyebabkan gol Spanyol dan membuat gelombang kritik mengarah ke arahnya,” tulis media Spanyol, Sport.

Sport juga menilai tindakan Simeone pada momen itu sulit dipahami, mengingat Spanyol sedang membangun serangan berbahaya.

“Detil kecil seperti ini memancing amarah Albiceleste yang tak mengerti alasan pemain itu bersikap demikian ketika Spanyol sedang dalam posisi ofensif,” lanjut laporan tersebut. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Capai 95 Persen, Kemnaker Telah Salurkan Salurkan Rp 9,63 Triliun BSU
• 14 jam lalu
0
thumb
Kentang Garut Makin Produktif tapi Posisi Tawar Petani Tetap Lemah
• 8 jam lalu
0
thumb
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 930 Orang, Nakes Turut Jadi Korban
• 14 jam lalu
0
thumb
Nah! PWI Laporkan Hotman ke Polisi Usai Sebut Wartawan “Gak Punya Otak”
• 20 jam lalu
0
thumb
Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan, Purbaya: Kalau Fiskal Tertekan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.