Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. FIFA memastikan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu digelar dengan konsep baru yang belum pernah diterapkan sepanjang sejarah kompetisi, sekaligus menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Piala Dunia sejak pertama kali diselenggarakan pada 1930.
Keputusan tersebut disahkan dalam Kongres Luar Biasa FIFA pada 11 Desember 2024. Melalui konsep penyelenggaraan lintas benua, FIFA ingin menggabungkan nilai sejarah dengan format turnamen modern sehingga perayaan satu abad Piala Dunia dapat melibatkan lebih dari satu kawasan di dunia.
Melansir dari Goal, turnamen akan berlangsung pada 8 Juni hingga 21 Juli 2030 dengan tetap menggunakan format 48 peserta dan total 104 pertandingan. Rangkaian laga akan diawali dengan pertandingan pembuka yang memiliki makna historis sebelum kompetisi berlanjut di kawasan yang menjadi pusat penyelenggaraan utama.
Lantas, negara mana saja yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 dan seperti apa format penyelenggaraannya? Simak penjelasannya berikut ini.
Daftar Enam Negara Tuan Rumah Piala Dunia 2030Penunjukan enam negara menjadi salah satu keputusan paling bersejarah dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Dari enam negara tersebut, hanya Spanyol, Portugal, dan Maroko yang berperan sebagai tuan rumah utama sepanjang turnamen. Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay dipilih sebagai lokasi pertandingan pembuka untuk menandai satu abad sejak Piala Dunia pertama digelar.
Spanyol kembali dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia setelah terakhir kali menyelenggarakan turnamen pada 1982. Bersama Portugal, negara ini akan menjadi pusat pelaksanaan sebagian besar pertandingan selama kompetisi berlangsung. Maroko melengkapi penyelenggaraan sebagai wakil Afrika sekaligus menjadi negara Afrika Utara pertama yang menjadi tuan rumah utama Piala Dunia putra.
Di sisi lain, Uruguay memperoleh kehormatan menggelar satu pertandingan pembuka karena memiliki nilai historis sebagai tempat lahirnya Piala Dunia. Argentina dan Paraguay juga akan menjadi lokasi masing-masing satu laga pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun turnamen. Setelah tiga pertandingan tersebut selesai, seluruh rangkaian kompetisi akan dilanjutkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Melalui konsep tersebut, FIFA ingin memperingati sejarah Piala Dunia tanpa mengubah struktur utama penyelenggaraan yang telah diberikan kepada tiga negara tuan rumah utama.
Jadwal dan Format Piala Dunia 2030Selain menghadirkan konsep penyelenggaraan yang berbeda, Piala Dunia 2030 tetap mempertahankan format yang mulai diterapkan pada edisi 2026. Turnamen akan diikuti oleh 48 tim nasional yang lolos melalui babak kualifikasi dari enam konfederasi anggota FIFA.
Kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni hingga 21 Juli 2030. Sebanyak 48 peserta akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim. Juara dan peringkat kedua setiap grup akan lolos ke babak 32 besar bersama delapan tim peringkat ketiga terbaik. Dengan sistem tersebut, jumlah pertandingan yang dimainkan mencapai 104 laga.
FIFA juga memastikan tiga pertandingan pembuka akan dimainkan lebih dahulu di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Setelah itu, seluruh peserta akan melanjutkan kompetisi di Spanyol, Portugal, dan Maroko hingga turnamen berakhir. Hingga saat ini, FIFA belum mengumumkan secara resmi pembagian seluruh jadwal pertandingan maupun stadion yang akan digunakan untuk partai final.
Selain itu, FIFA juga belum merinci ketentuan mengenai status kelulusan otomatis bagi Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai tuan rumah pertandingan pembuka. Informasi lebih lanjut mengenai regulasi tersebut diperkirakan akan diumumkan menjelang dimulainya babak kualifikasi.





Komentar (0)