RAFA International Dance School menggelar pertunjukan kolosal bertajuk GROWTH di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (19/7). Lewat pertunjukan ini, RAFA mengajak generasi muda untuk tetap bangga terhadap budaya Indonesia melalui perpaduan tari Nusantara dengan berbagai genre modern.
Head Program RAFA International Dance School, Felicia Citra, mengatakan konsep tersebut dihadirkan agar budaya Indonesia tetap relevan di tengah derasnya pengaruh budaya pop yang dekat dengan keseharian anak muda.
"Yang pasti kami ingin menciptakan anak-anak ini secara global, tapi mereka tidak lupa kalau berasal dari Indonesia. Mereka harus bangga. Kita mengangkat tema Nusantara," ujar Felicia.
Pesan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Yayasan Raya Budaya Nusantara. Menurut mereka, budaya Indonesia kini menghadapi tantangan besar karena generasi muda lebih banyak terpapar budaya pop melalui media sosial.
"Karena yang paling mengkhawatirkan adalah sebenarnya tergerusnya budaya kita sebagai masyarakat Indonesia itu tidak terasa. Anak-anak muda sekarang kalau sedang scroll media sosial pasti banyaknya budaya pop, jadi exposure-nya kita kalah," kata Tiara dari Yayasan Raya Budaya Nusantara.
Pertunjukan GROWTH melibatkan lebih dari 250 siswa yang membawakan 27 tarian. Tak hanya menampilkan kemampuan teknis, setiap penari juga dibekali pemahaman mengenai filosofi dan latar belakang dari setiap karya yang dipentaskan.
Felicia mengungkapkan tantangan terbesar dalam mempersiapkan pertunjukan bukan hanya menyusun koreografi, tetapi juga memastikan para siswa memahami makna dari setiap tarian yang mereka bawakan.
"Tantangan terbesarnya sebenarnya bukan cuma menyusun koreografi. Kali ini kita ada 27 tarian dengan 250 penari. Selain koreografi, kita juga ingin anak-anak ini bukan cuma menari, tapi mereka memahami benar tariannya. Kita sebagai guru harus menjelaskan latar belakang dari setiap tarian itu," tuturnya.
Sementara itu, pendiri RAFA International Dance School, Nevine Rafa Kusuma, mengatakan tema GROWTH dipilih untuk menggambarkan proses bertumbuh yang dialami setiap murid selama belajar tari.
Menurut perempuan yang akrab disapa Miss Nevin itu, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari perkembangan karakter dan rasa percaya diri yang terbentuk selama menjalani proses belajar.
"Buat saya itu bertumbuh lebih ke arah tentang proses. Jadi buat kami itu bukan tentang berapa banyak medali yang anak-anak murid kami dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka menjalani setiap prosesnya. Dari yang tadinya belum bisa jadi bisa, kemudian dari yang tadinya belum percaya diri jadi lebih percaya diri," ungkap Nevine.
Selain menjadi perayaan 13 tahun perjalanan RAFA International Dance School, GROWTH juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Melalui pertunjukan ini, RAFA berharap generasi muda dapat terus mengenal dan mencintai budaya Nusantara tanpa kehilangan jati diri meski hidup di era global.






Komentar (0)