Bisnis.com, JAKARTA — PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat pendapatan premi sebesar Rp5,5 triliun, naik 8,2% (year on year/YoY) pada kuartal I/2026.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi menilai pertumbuhan itu sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat pendapatan premi asuransi jiwa pada Mei 2026 tumbuh 5,87% (YoY) menjadi Rp76,79 triliun.
Adit mengatakan pihaknya melihat pertumbuhan premi asuransi jiwa dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial dan kesehatan.
“Khususnya di tengah tingginya biaya kesehatan dan berbagai ketidakpastian ekonomi,” sebutnya kepada Bisnis, Senin (21/7/2026).
Selain itu, lanjutnya, industri asuransi jiwa juga terus berupaya menghadirkan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik melalui produk tabungan tradisional maupun solusi perlindungan yang lebih komprehensif.
“Hal ini turut didukung oleh kontribusi saluran distribusi yang semakin beragam dan kuat dalam menjangkau kebutuhan perlindungan berbagai segmen masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga
- Prudential Syariah: Inflasi Medis hingga Tekanan Daya Beli jadi Tantangan Asuransi Syariah
- Prudential Indonesia Bukukan Laba Rp2,4 Triliun pada 2025, Tumbuh 44%
Prudential Indonesia, kata Adit, tetap fokus membangun momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, di tengah berbagai tantangan industri dan pasar yang terus berkembang seperti ketidakpastian geopolitik global dan inflasi medis.
Pihaknya juga terus menghadirkan solusi perlindungan yang inovatif, relevan, dan memberikan nilai jangka panjang sesuai kebutuhan berbagai segmen masyarakat. Misalnya, melalui peluncuran produk PRUMapan sebagai solusi dalam merencanakan finansial untuk mempersiapkan masa depan yang #MapanTerkendali.
Kemudian, PRULady sebagai solusi perlindungan komprehensif terhadap kanker payudara yang dirancang untuk mendukung perempuan Indonesia menjaga kesehatan dan melangkah dengan percaya diri, serta PRUTreasure Dollar yang dipasarkan melalui kanal bancassurance bersama SCB untuk memenuhi kebutuhan nasabah affluent dan high-net-worth.
“Selain itu, kami juga terus memperkuat pengalaman nasabah melalui PRUServices, yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan secara lebih mudah, cepat, dan nyaman melalui kanal digital,” sebut Adit.
Dikatakan Adit, dari sisi operasional, perusahaan juga terus berinvestasi dalam kapabilitas digital termasuk kapabilitas Artificial Intelligence (AI).
“Untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta menghadirkan pengalaman yang semakin personal bagi nasabah,” tutup Adit.






Komentar (0)