Kelompok militan Houthi asal Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah.
IDXChannel - Kelompok militan Houthi asal Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah.
Dilansir dari BBC pada Selasa (21/7/2026), Houthi menuduh Arab Saudi melakukan hal serupa terhadap pelabuhan dan bandara di Yaman yang dikuasai kelompok itu.
Menurut Wakil Kepala Kantor Media Houthi Nasruddin Amer, kapal terkait Arab Saudi akan dilarang melintasi Selat Bab el-Mandeb yang terletak di ujung selatan Laut Merah.
"Embargo akan segera dimulai," kata Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saena.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk tuduhan dan rencana blokade laut dari Houthi.
"Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapal sesuai dengan hukum internasional," kata kementerian itu.
Laut Merah telah menjadi sangat penting untuk pengiriman minyak dari Arab Saudi. Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran menyebabkan penutupan Selat Hormuz di Teluk Persia.
Konflik antara Houthi dan Arab Saudi kembali memanas baru-baru ini, yang pertama sejak gencatan senjata informal berlaku pada 2022.
Awal bulan ini, Houthi meluncurkan rudal ke bandara Abha di barat daya Arab Saudi sebagai tanggapan atas serangan udara di bandara Sanaa yang kelompok itu tuduh dilakukan oleh Riyadh.
Yaman telah hancur akibat perang saudara yang dimulai pada 2014, ketika Houthi menggulingkan pemerintah. Konflik tersebut meningkat pada 2015, setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi dalam upaya untuk memulihkan pemerintahan Yaman.
Pertempuran tersebut telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Eskalasi ini juga semakin mengguncang Timur Tengah yang sedang menghadapi dampak perang di Iran. Houthi merupakan sekutu dekat dengan Teheran, sementara Arab Saudi memiliki hubungan militer dengan AS. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)