jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana memastikan PKB selalu hadir sebagai penopang arah kebijakan ekonomi yang sesuai dengam konstitusi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan di Gelaran Ekonomi Rakyat dan Diskusi Publik 'Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7).
BACA JUGA: Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Menggelar Turnamen Mini Soccer
Acara tersebut yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.
Rusdi Kirana menegaskan tema tentang ekonomi konstitusi bukan sekadar slogan politik, melainkan komitmen nyata PKB dalam mengawal arah kebijakan ekonomi nasional.
BACA JUGA: Nobar Bersama Pengurus PKB, Cak Imin Bilang Argentina Bakal ke Final
Dia berharap tema ini bukan hanya menjadi narasi politik atau slogan kampanye.
"Ini adalah komitmen untuk mengembalikan arah ekonomi nasional agar tetap berpijak pada konstitusi, menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945, dan PKB hadir sebagai penopang arah kebijakan ekonomi itu," kata Rusdi.
BACA JUGA: Sambut Harlah ke-28, PKB Serahkan Beasiswa kepada Siswa Sekolah Alam Arus Kualan
Sementara itu, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin saat membuka acara tersebut menegaskan orientasi baru ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan pilihan yang tepat sebagai hasil pembelajaran dari perjalanan ekonomi Indonesia selama 25 tahun terakhir.
Menurut Gus Muhaimin, gagasan tersebut bukanlah konsep baru karena telah lama menjadi visi Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam berbagai tulisan, buku, maupun pemikiran yang disampaikannya jauh sebelum menjabat sebagai presiden.
"Apakah ini bisa disebut sosialisme baru atau ekonomi konstitusi, tentu akan didalami oleh para narasumber. Yang jelas, PKB bergabung bersama Pak Prabowo dengan semangat yang sama, yakni menghadirkan arah baru pembangunan ekonomi agar pengalaman 25 tahun terakhir menjadi pelajaran menuju kebijakan yang lebih tepat," ujar Gus Muhaimin.
Meski demikian, Gus Muhaimin menilai tantangan terbesar saat ini bukan berada pada konsep kebijakan, melainkan pada pelaksanaannya di lapangan.
"Menurut saya, yang belum benar adalah implementasinya. Problem utama kita ada di pelaksanaan. Karena itu saya meminta diskusi ini direkam dan dirangkum dengan baik, sebab aspek teknokrasi dan implementasinya justru ada dalam forum ini," katanya.
Diskusi kali ini turut dihadiri jajaran DPP PKB, antara lain Waketum Jazilul Fawaid, Sekjen M Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh, serta sejumlah anggota DPR Fraksi PKB.
Sementara hadir sebagai narasumber, yakni mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, ekonom senior Ichsanuddin Noorsy, serta Direktur Keadilan Fiskal CELIOS Media Wahyu Askar. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PKB Mulai Tanam Sejuta Pohon, Cak Udin: Ini Bukan Seremonial
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




Komentar (0)