Selama Semester I 2026 jumlah penumpang naik dan turun secara keseluruhan pada 232 stasiun kereta api jarak jauh maupun lokal.
IDXChannel - Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat, menjadi stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi pada Semester I 2026. Aktivitas naik dan turun penumpang pada layanan kereta api jarak jauh mencapai 3.849.606
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan, selama Semester I 2026 jumlah penumpang naik dan turun secara keseluruhan pada 232 stasiun kereta api jarak jauh maupun lokal di Jawa dan Sumatera mencapai 59.716.534 aktivitas.
"Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas," kata Anne, Selasa (21/7/2026).
Berikutnya, Stasiun Semarang Tawang mencatat 2.152.894 aktivitas, Surabaya Gubeng 1.904.845 aktivitas, Purwokerto 1.839.475 aktivitas, Surabaya Pasarturi 1.823.529 aktivitas, Semarang Poncol 1.740.518 aktivitas, Solo Balapan 1.706.290 aktivitas, serta Bandung 1.694.448 aktivitas.
Dia menambahkan, dari total 59.716.534 aktivitas naik dan turun pelanggan kereta api selama Januari–Juni 2026, sebanyak 36.560.181 aktivitas atau 61,22 persen dari jumlah tersebut berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok 10 stasiun dengan volume tertinggi.
Menurutnya komposisi tersebut menggambarkan kebutuhan perjalanan yang tersebar di berbagai daerah dengan tujuan yang beragam.
Di balik 36,56 juta aktivitas naik dan turun tersebut, terdapat perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta keluarga di daerah lain.
"Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat,” kata Anne.
Dia menuturkan data naik dan turun pelanggan di setiap stasiun memberikan gambaran mengenai pola mobilitas antardaerah.
Perkembangan volume dari waktu ke waktu juga menunjukkan perubahan kebutuhan perjalanan, baik pada stasiun dengan tingkat pelayanan tinggi maupun stasiun yang mulai melayani pelanggan.
Anne menegaskan pemerataan akses transportasi relevan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
“Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang, dan meningkatkan kualitas hidup,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)






Komentar (0)