Populer: Prabowo soal Cabut Izin Inpex; Peternakan Sapi Perah Terbesar di RI

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Prabowo tegaskan cabut izin Inpex di Blok Masela menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (20/7). Groundbreaking peternakan sapi perah terbesar di RI juga jadi berita populer.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Prabowo Cabut Izin Inpex Jika Tak Ada Kegiatan 6 Bulan di Blok Masela

Presiden Prabowo Subianto mengatakan izin konsesi di proyek strategis nasional (PSN), termasuk di Blok Masela, akan dicabut jika pemegang izin tidak menunjukkan kemajuan pengembangan proyek dalam kurun waktu 6 bulan. Kebijakan ini merupakan upaya percepatan untuk memastikan pemanfaatan cadangan energi besar yang telah tertunda selama hampir tiga dekade.

Prabowo mengatakan, hal itu disampaikan setelah bertemu dengan manajemen Inpex Corporation di Tokyo, selaku operator Blok Masela dengan kepemilikan 65%. Proyek ini krusial untuk ketahanan energi nasional dan peningkatan devisa, dengan target produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 35.000 barel kondensat per hari, serta sekitar 150 juta kaki kubik gas alam per hari. Selain Inpex, PT Pertamina Hulu Energi Masela memiliki 20% dan Petronas Masela 15% partisipasi.

Sikap tanpa toleransi ini juga berlaku untuk izin lain seperti HGU, HGB, dan IUP yang akan dicabut jika tidak ada kegiatan dalam dua tahun. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya alam, mendorong investor untuk segera merealisasikan investasi dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Mentan hingga Titiek Hadiri Groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terbesar di RI

Sektor peternakan Indonesia bersiap menghadapi lompatan besar dengan dimulainya pembangunan peternakan sapi perah terbesar di Tanah Air, berlokasi di Brebes, Jawa Tengah. Proyek ambisius ini diinisiasi oleh PT Global Dairi Bersama (GDB), bagian dari Savoria Group yang merupakan lini FMCG konglomerasi Djarum. Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto alias Titiek, menandakan dukungan kuat dari pemerintah.

Peternakan ini direncanakan berdiri di lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas tampung hingga 30.000 ekor sapi. CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menargetkan produksi susu segar mencapai 180.000 ton per tahun, yang akan berkontribusi signifikan sekitar 18% dari total produksi nasional. Pencapaian ini diharapkan akan mengangkat peringkat Jawa Tengah menjadi pemasok susu segar terbesar kedua di Indonesia, mulai beroperasi pada kuartal pertama 2028 setelah fase konstruksi.

Selain skala produksi yang masif, proyek ini juga dirancang dengan model ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar. GDB akan bermitra dengan petani lokal untuk penyediaan pakan ternak hijau dan tepung jagung, yang membutuhkan lahan sekitar 2.000 hektare. Skema kemitraan lain mencakup dukungan pengembangan pengetahuan peternak rakyat, akses benih unggul, jaminan pembelian susu segar, serta kemitraan penggemukan pedet jantan dengan target 7.000 ekor per tahun, menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pos Indonesia Tunjuk Dirut Baru di Tengah Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp 24,1 M
• 22 jam lalu
0
thumb
Kubu Roy Suryo Soroti Pertemuan Jokowi dengan Teman Kuliah UGM, Singgung Potensi Pengondisian Saksi
• 8 jam lalu
0
thumb
Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi dan Dampaknya
• 21 jam lalu
0
thumb
Cari Dua Korban Tertimbun Bangunan Runtuh di Grand Polonia Medan, Sejumlah Personel dan Peralatan USAR Dikerahkan
• 6 jam lalu
0
thumb
Dolar AS Gilas 6 Mata Uang Utama Dunia
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.