Karawang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat sebanyak 2.585 kepala keluarga (KK) atau 7.704 jiwa terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026.
"Sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini, kami terus menyalurkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram di Karawang, Senin, 20 Juli 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
BPBD Tasikmalaya Pasok Air Bersih untuk 16.869 Jiwa Terdampak KemarauKrisis air bersih ini melanda enam desa yang tersebar di tiga kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Mulangsari (Kecamatan Pangkalan), Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng (Kecamatan Tegalwaru), serta Desa Mulyasejati, Kutanegara, dan Parungmulya (Kecamatan Ciampel).
Pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau di Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini)
Bencana kekeringan di Karawang pada tahun ini terpantau meluas jika dibandingkan dengan data tiga hari lalu. Sebelumnya, BPBD Karawang mencatat 5.494 jiwa atau 1.836 KK yang terdampak kekeringan hanya tersebar di empat desa, yakni Kutalanggeng, Kutanegara, Mulyasejati, dan Parungmulya.
Ferry menyampaikan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mendistribusikan air bersih guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau berlangsung. Warga juga diimbau menggunakan air secara bijak serta segera melapor kepada pemerintah desa atau instansi terkait apabila kesulitan mendapatkan air bersih.





Komentar (0)