jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri dan seluruh jajaran kabinetnya untuk tidak ragu belajar dari negara-negara lain mengenai tata cara mengurangi kasus kelaparan.
Dia menginstruksikan untuk mengirim tim ke India, Brasil, Tiongkok, hingga Vietnam dengan misi zero hunger atau nol kelaparan.
BACA JUGA: Kementan dukung Pencapaian Zero Hunger melalui KRPL
Hal itu dia katakan saat taklimat dalam agenda Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, pada Senin (20/7).
“Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brazil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke negara-negara Vietnam, belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: Mustahil Bisa Wujudkan Zero Hunger Tanpa Membangun Desa
Prabowo menuturkan bahwa tidak boleh anggota G20 (19 negara anggota dan satu kawasan ekonomi Uni Eropa) termasuk Indonesia yang mengalami kelaparan.
Menurut dia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan SDGs (Sustainable Development Goals) dengan misi no poverty atau tidak ada kemiskinan. Kemudian, target berikutnya adalah zero hunger atau nol kelaparan.
BACA JUGA: Krisis Ekonomi Tak Menghentikan MBG, Prabowo: Anda Tidak Pernah Lihat Anak Kelaparan
SDG ketiga, adalah good health dan well-being. Dilanjutkan quality edukasi, gender equality, clean water, affordable ame clean energy, decent work and economic growth, industry innovation infrastructure, reduced inequalities.
“Ini yang sedang kita kerjakan. Ini yang sedang kita kerjakan, Saudara-saudara, jangan ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang rasional,” kata dia.
Prabowo lalu memerinci bahwa yang tidak rasional adalah illegal mining, illegal kebun, illegal logging, penyelundupan, under invoicing, hingga transfer pricing.
“Itu adalah fraud, itu adalah pidana. Jangan dibalik, yang sudah diramalkan jaman edan, yang benar disalahkan,“ tuturnya. (dit/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)