Putin Tiba-Tiba Berikan Ucapan Khusus ke Kim Jong Un, Sebutkan Ini

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: via REUTERS/Alexander Shcherbak

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah Korea Utara (Korut) atas bantuan militer mereka dalam membebaskan wilayah Rusia dari cengkeraman pasukan Ukraina. Langkah diplomasi ini mempertegas eratnya aliansi militer kedua negara pasca-keterlibatan langsung tentara Pyongyang di garis depan pertempuran.

Mengutip laporan Russia Today, momen bersejarah tersebut terjadi saat Putin menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui, di Kremlin pada hari Minggu, (19/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Putin secara khusus mengapresiasi peran vital kontingen militer Korut yang dikerahkan sejak akhir 2024 di bawah Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif, yang mewajibkan kedua negara untuk saling membela jika terjadi agresi.

Pasukan Korut tersebut bahu-membahu bersama militer Rusia dalam memukul mundur serangan skala besar Ukraina di Wilayah Kursk tahun lalu, serta melanjutkan aksi pembersihan ranjau di area perbatasan.


Pilihan Redaksi
  • Ukraina Ngamuk! Drone Serang Gudang-Depot Minyak Rusia, 7 Orang Tewas
  • Trump Jilat Ludah Sendiri, Saudi Boleh Perkaya Nuklir Tapi Iran Tidak
  • 2 Kapal Tanker Meledak di Hormuz, Garda Revolusi Islam Buka Suara

Putin memuji tingginya tingkat hubungan bilateral antara kedua negara dan menegaskan bahwa kontribusi besar dari prajurit Pyongyang akan selalu dikenang oleh rakyat Rusia. Dalam kesempatan itu, pemimpin Kremlin tersebut juga menyampaikan salam hangatnya untuk pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un.

"Keberanian dan kepahlawanan yang ditunjukkan oleh prajurit Korea Utara di Wilayah Kursk tidak akan pernah dilupakan di Rusia," tegas Vladimir Putin seperti dikutip dari keterangan resmi kantor pers Kremlin.

Merespons apresiasi tinggi tersebut, Choe Son-hui menegaskan kembali komitmen penuh Pyongyang untuk terus menjaga dan memperkuat kemitraan strategis bersama Moskow. Hubungan kedua negara dinilai telah mencapai level baru yang sangat solid karena diperkuat oleh pengorbanan bersama di medan perang.

"Tidak ada yang bisa merusak hubungan," pungkas Kim Jong Un dalam pesan sebelumnya kepada Putin, menggambarkan eratnya hubungan yang terikat oleh tumpahan darah di garis depan Ukraina.

Kedekatan militer ini sebelumnya juga ditandai dengan kunjungan Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, ke Korea Utara pada April lalu untuk menganugerahkan penghargaan bergengsi Order of Courage Rusia kepada pasukan Korut yang terlibat dalam pembebasan Kursk.

Dalam kunjungan tersebut, Belousov yang sempat mengadakan pertemuan strategis dengan Kim Jong Un menyatakan kesiapan Moskow untuk menyusun Rencana Kerja Sama Militer Rusia-Korea periode 2027-2031 demi memperdalam kemitraan pertahanan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Pahlawan sejati di masa kita, elite dari angkatan bersenjata Korea, kebanggaan mereka, dan menara kekuatan mereka," puji Belousov saat menggambarkan profil para prajurit Korea Utara tersebut.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rusia Gempur Kyiv, Hujani Rudal Balistik

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Brainrot Terhadap Dunia Digital
• 14 jam lalu
0
thumb
Proyeksi Kenaikan BI-Rate dan Sikap ”Wait and See” di Pasar Modal
• 9 jam lalu
0
thumb
Madura United resmi datangkan Brandon Scheunemann
• 14 jam lalu
0
thumb
Mengapa Banyak Anak Muda Sulit Menolak PayLater? Ini Kata Psikolog
• 2 jam lalu
0
thumb
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak yang Diprediksi Paling Hoki 22 Juli 2026: Taurus Rezeki Datang, Cancer Sukses Kariernya
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.