Kebut Hilirisasi Pangan, BAIK Gandeng Produsen Telur Skala Besar Asal Semarang

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

BAIK bergerak cepat dalam mengejar hilirisasi komoditas telur guna menopang kebutuhan jaringan hotel, restoran dan cafe (HORECA) yang menjadi bisnis utamanya.

Kebut Hilirisasi Pangan, BAIK Gandeng Produsen Telur Skala Besar Asal Semarang (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terus berupaya memaksimalkan pengembangan bisnis melalui sejumlah pendekatan. Misalnya dengan menggandeng beragam restoran ternama milik public figure nasional hingga menjajaki peluang penjualan ritel di jaringan halte Transjakarta.

Terbaru, BAIK juga baru saja resmi menjalin kerja sama dengan salah satu produsen utama komoditas telur yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, guna mengakselerasi hilirisasi sektor pangan berbasis protein.

Baca Juga:
Perkuat Ekspansi, Bersama Mencapai Puncak (BAIK) Gandeng Praz Teguh Kembangkan Warung Taburai

"Kemitraan strategis ini merupakan pilar penting dalam mengunci stabilitas pasokan bahan baku di tengah tingginya permintaan pasar domestik," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026).

Menurut Nanang, pihaknya sengaja bergerak cepat dalam mengejar hilirisasi komoditas telur guna menopang kebutuhan jaringan hotel, restoran dan cafe (HORECA) yang menjadi bisnis utama Perseroan.

Baca Juga:
Makin Ekspansif, Saham Bersama Mencapai Puncak (BAIK) Jadi Bidikan Investor Jumbo

Selain itu, para mitra Perseroan dari kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga portofolio lini bisnis ritel juga membutuhkan ketersediaan pasokan yang memadai agar rantai bisnis terus dapat berjalan dengan baik.

"Sinergi dengan produsen besar di Semarang ini adalah strategi kami dalam menjamin ketersediaan pasokan yang stabil, efisien, dan berkualitas tinggi," ujar Nanang.

Baca Juga:
Bersama Mencapai Puncak (BAIK) Jawab Spekulasi Soal Akuisisi Investor Asing

Nanang menjelaskan bahwa langkah penyerapan komoditas dari hulu ini dinilai sangat tepat sasaran, mengingat Jawa Tengah merupakan lumbung telur nasional terbesar kedua dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta hingga 1,5 juta ton per tahun.

Kawasan Semarang dan sekitarnya, seperti Ungaran, Salatiga, dan Kendal, selama ini telah dikenal sebagai episentrum peternakan skala besar yang menopang ketahanan pangan nasional dengan total produksi telur ayam petelur di tingkat domestik menembus 5,5 juta hingga enam juta ton per tahun.

Merespons kolaborasi besar ini, Heru Santoso selaku pemilik peternakan telur lokal dengan kapasitas produksi masif yang mencapai belasan ton setiap harinya, menyambut baik langkah kerja sama strategis bersama BAIK yang baru saja disepakati.

"Tentu (kerja sama) ini akan membawa keuntungan bagi kedua pihak. Dari kami, dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa menstabilkan harga telur, dengan adanya kepastian (pembeli) bagi para peternak lokal," ujar Heru, dalam kesempatan yang sama.

Melalui integrasi hulu-hilir ini, BAIK mengeklaim tidak hanya berhasil mengamankan pasokan telur segar, melainkan juga membidik potensi downstream processing (hilirisasi) produk turunan bernilai tambah tinggi, seperti liquid egg (telur cair) dan powder egg (telur bubuk).

Langkah hilirisasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak nilai tambah produk hingga tiga sampai lima kali lipat dibanding sekadar menjual telur mentah, berkat umur simpan (shelf life) yang lebih panjang dan distribusi logistik yang jauh lebih praktis.

Pasokan telur olahan ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk mendukung ekosistem internal Perseroan, mulai dari pemenuhan bahan baku brand kuliner berbasis telur, seperti Dadar Beredar, penguatan pasokan bagi lebih dari 1000 mitra binaan UMKM, ketersediaan menu pada rencana jaringan tenant di halte komuter TransJakarta, hingga penciptaan produk retail snack inovatif yang dipasarkan melalui platform e-commerce.

"Komitmen kami dalam mendorong hilirisasi pangan ini berjalan selaras dengan program strategis pemerintah untuk meningkatkan skala ekonomi komoditas lokal," ujar Nanang.

Melalui efisiensi rantai pasok yang terintegrasi secara digital dari peternakan hingga ke meja konsumen, Nanang optimistis bahwa pihaknya bakal mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang berkelanjutan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang masif di sektor industri makanan nasional.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Ingatkan Mawas Diri
• 17 jam lalu
0
thumb
Hakim Tunggal Sebut Permohonan Prapid Roy Suryo Tak Lagi Relevan, Begini Jawaban Refly Harun
• 23 jam lalu
0
thumb
Polisi Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya di Mangga Besar
• 15 jam lalu
0
thumb
KPK Persilakan Menteri PU Dody Hanggodo Klarifikasi Soal Surat Dinas ke AS yang Bocor
• 7 jam lalu
0
thumb
Rapat Paripurna DPR Setujui 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029, Berikut Nama-namanya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.