Rosan Beberkan Persiapan PT DSI Jelang Implementasi Penuh 1 September

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan badan usaha milik negara (BUMN) yang menangani tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA), PT Danantara Sumber Daya Alam (DSI), akan mulai mengimplementasikan penuh pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026.

Menindaklanjuti hal tersebut, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan PT Danantara Sumber Daya Alam (DSI) saat ini masih berada dalam tahap transisi dan evaluasi pengelolaan ekspor SDA. Setelah proses tersebut rampung, PT DSI akan berperan sebagai agen penjual tunggal (single selling agent).

Meski demikian, eksportir tetap dapat melakukan aktivitas ekspor secara langsung kepada importir di luar negeri.

"Objektifnya adalah bagaimana yang selama ini under-invoicing, transfer pricing itu bisa kita detect, itu saja. Tetapi semuanya bisa dilakukan, karena kita bisa monitoring. Walaupun perusahaan juga lapor ke kita, tetapi secara sistem kita sudah bisa memonitor itu semua," ujar Rosan.

Ke depan, menurutnya, PT DSI juga akan memantau penetapan harga ekspor agar sesuai dengan harga pasar.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Prabowo menjelaskan PT DSI didirikan sebagai instrumen negara untuk memperkuat tata kelola dan konsolidasi ekspor komoditas strategis.

Baca Juga

  • Prabowo: Ekspor Satu Pintu Lewat PT DSI Berlaku Penuh 1 September 2026
  • Danantara: DSI Cuma Jadi Pengawas, Kontrak Bisnis Tetap Aman
  • Pelaku Usaha Harap Implementasi DSI Tak Jadi Hambatan Eksportir

PT DSI mulai beroperasi sejak 1 Juli 2026. Menurut Prabowo, perusahaan tersebut saat ini masih berada dalam masa transisi.

"Kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh. Kemudian proses ini semua akan membuat kita benar-benar paham ke mana uang kita," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada awalnya kebijakan tersebut menuai kritik. Namun, menurutnya, langkah tersebut justru mendapat pengakuan dari dunia internasional.

"Ada kekuatan-kekuatan, kelompok-kelompok tertentu yang selalu ingin Indonesia collapse. Saya tidak mengerti, saya tidak paham," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan, dalam satu bulan dua pekan sejak mulai beroperasi, PT DSI telah mengelola devisa hasil ekspor senilai US$10,5 miliar berdasarkan laporan yang diterimanya dari CEO Danantara Rosan Roeslani.

Selain itu, Prabowo mengatakan sebelum PT DSI beroperasi terdapat selisih harga antara komoditas yang dijual di Indonesia dan harga di pasar internasional, yang mencapai sedikitnya 30% hingga mendekati 40%.

"Begitu ada PT DSI sudah hampir menyatu. Meneruskan praktik ini, meneruskan semua izin dicabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak patuh kepada negara Indonesia," tegasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penampakan Toyota Innova Berkamuflase Terpantau Tes Jalan
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Digitalisasi Pendidikan Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi PBB, Kalahkan 122 Negara
• 37 menit lalu
0
thumb
Dasco Sebut RUU Hak Cipta-Ketenagakerjaan Juga Akan Dibahas di Masa Reses
• 3 jam lalu
0
thumb
Di RDPU DPR, Mahasiswa King’s College Paparkan 3 Rekomendasi RUU Perampasan Aset
• 4 jam lalu
0
thumb
4 Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Divonis 9-13 Tahun Penjara, 1 Bebas
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.