Banyak yang Iri Harga BBM Malaysia Bisa Murah, Ternyata Begini Faktanya

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Malaysia, VIVA - Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu isu yang paling sering disorot masyarakat, termasuk di Malaysia. Di tengah desakan agar harga bensin kembali diturunkan, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim justru menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pilihan yang mudah karena berpotensi memperburuk kondisi keuangan negara.

Menurut Anwar, pemerintah saat ini sudah mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau. Sepanjang tahun ini, subsidi bensin dan solar diperkirakan mencapai sekitar RM40 miliar atau setara Rp155 triliun.

Baca Juga :
Strategi Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Distribusi Pastikan BBM di Aceh, Riau dan Kepri Terjaga
Akselerasi Pemulihan Distribusi BBM di Medan, Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel

Besarnya dana tersebut membuat pemerintah harus berhitung sebelum memutuskan menambah subsidi. Jika harga BBM kembali dipangkas, beban anggaran negara akan semakin besar dan berisiko meningkatkan utang pemerintah.

"Untuk soal harga bahan bakar, saya tidak tahu kenapa masih banyak yang mengatakan di media sosial bahwa saya tidak menurunkan harga BBM," kata Anwar dikuti VIVA dari Paultan, Senin 20 Juli 2026.

Ia menambahkan, banyak pihak menginginkan harga bensin turun hingga RM1,50 per liter atau sekitar Rp5.800. Namun menurutnya, kondisi pasar energi dunia saat ini sudah berubah sehingga angka tersebut sulit diwujudkan.

Sebagai gambaran, Anwar mencontohkan Arab Saudi yang merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Beberapa tahun lalu harga bensin di negara tersebut memang sempat berada di kisaran 50 sen atau sekitar Rp1.900 per liter.

Kini situasinya berbeda. Harga bensin di Arab Saudi telah naik menjadi sekitar RM2,40 hingga RM2,50 per liter, atau setara Rp9.300-Rp9.700 per liter. Padahal, negara tersebut memiliki cadangan minyak yang sangat besar dan kapasitas produksi yang jauh melampaui Malaysia.

Menurut Anwar, fakta itu menunjukkan bahwa harga BBM murah bukan lagi sesuatu yang mudah dipertahankan, bahkan oleh negara penghasil minyak terbesar sekalipun.

Malaysia sendiri juga memiliki tantangan tersendiri. Sekitar 50 persen kebutuhan minyak bumi nasional masih harus dipenuhi melalui impor, sehingga biaya penyediaan energi sangat dipengaruhi harga minyak dunia.

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan harga bensin RON 95 di level RM1,99 per liter, atau sekitar Rp7.700, melalui skema subsidi. Artinya, masyarakat masih membeli BBM di bawah harga keekonomian karena selisihnya ditanggung oleh pemerintah.

Baca Juga :
Tak Mau Jadi Penonton Terus, Malaysia Ingin Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
PM Anwar Ibrahim Akan Sampaikan Kerugian Investasi Dana Pensiun PNS Malaysia di Startup RI ke Parlemen
Pertamina Ungkap Penyaluran BBM di Sumbar Kembali Stabil, Kondisi Jalur Distribusi Membaik

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump respons wacana penangkapan Netanyahu di New York
• 3 jam lalu
0
thumb
57 Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
• 35 menit lalu
0
thumb
Sepatu Emas Disalip Mbappe, Bola Emas Dirampas Rodri, Argentina Kecam FIFA yang “Hina” Messi di Piala Dunia
• 17 jam lalu
0
thumb
Rumah yang Ditempati Sarwendah Jadi Jaminan Utang Senilai Rp10 Miliar
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Tambah Anggaran ASDP dan Pelni hingga Rp209 Miliar
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.