Singapura (ANTARA) - Singapura pada Senin (20/7) mendorong penyedia bot percakapan (chatbot) kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif untuk menyajikan informasi penting dalam bahasa sederhana melalui "kartu informasi chatbot", bagian utama dalam Pedoman Transparansi untuk Chatbot AI Generatif sukarela yang baru diluncurkan.
Pedoman tersebut, yang diluncurkan dalam ajang Singapore Data Festival oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, merekomendasikan agar penyedia chatbot mengemukakan secara jelas kemampuan dan keterbatasan chatbot, praktik keamanan dan keandalannya, penggunaan dan perlindungan data, serta jalur untuk melaporkan keluhan.
Teo mengatakan bahwa informasi yang dibutuhkan pengguna kerap disajikan secara terpisah-pisah. Teo menyamakan kartu informasi tersebut dengan label obat, yang menyediakan satu tempat terpusat di mana pengguna dapat dengan mudah menemukan informasi penting mengenai sebuah chatbot.
Kartu informasi tersebut dapat disediakan dalam berbagai format, seperti halaman web khusus atau dokumen penjelasan khusus, tetapi harus ditulis dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan mudah diakses.
Para penyedia chatbot juga didorong untuk memperbarui informasi tersebut setiap kali terjadi perubahan signifikan yang memengaruhi kemampuan, risiko atau kebijakan keamanan chatbot.
Menurut pernyataan dari Otoritas Pengembangan Media Informasi dan Komunikasi Singapura, sejumlah organisasi, termasuk perusahaan AI global, Google dan Meta, serta perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan AI di Singapura, seperti DBS, OCBC, Singapore Airlines dan Synapxe, mengindikasikan bahwa mereka berniat menggunakan pedoman itu sebagai referensi selama enam hingga 12 bulan ke depan.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa pedoman tersebut saat ini berfokus pada chatbot AI generatif karena skalanya, tingginya interaksi dengan konsumen, serta meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait privasi data, keselamatan anak di bawah umur, dan risiko bagi pengguna yang rentan secara mental.
Dalam pembukaan Singapore Data Festival yang berlangsung selama lima hari, pemerintah Singapura juga meluncurkan beberapa inisiatif, termasuk panduan praktis untuk membantu perusahaan mengadopsi teknologi kembaran digital (digital twin), serta pedoman anjuran mengenai penggunaan data pribadi dalam AI generatif.
Pedoman tersebut, yang diluncurkan dalam ajang Singapore Data Festival oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, merekomendasikan agar penyedia chatbot mengemukakan secara jelas kemampuan dan keterbatasan chatbot, praktik keamanan dan keandalannya, penggunaan dan perlindungan data, serta jalur untuk melaporkan keluhan.
Teo mengatakan bahwa informasi yang dibutuhkan pengguna kerap disajikan secara terpisah-pisah. Teo menyamakan kartu informasi tersebut dengan label obat, yang menyediakan satu tempat terpusat di mana pengguna dapat dengan mudah menemukan informasi penting mengenai sebuah chatbot.
Kartu informasi tersebut dapat disediakan dalam berbagai format, seperti halaman web khusus atau dokumen penjelasan khusus, tetapi harus ditulis dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan mudah diakses.
Para penyedia chatbot juga didorong untuk memperbarui informasi tersebut setiap kali terjadi perubahan signifikan yang memengaruhi kemampuan, risiko atau kebijakan keamanan chatbot.
Menurut pernyataan dari Otoritas Pengembangan Media Informasi dan Komunikasi Singapura, sejumlah organisasi, termasuk perusahaan AI global, Google dan Meta, serta perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan AI di Singapura, seperti DBS, OCBC, Singapore Airlines dan Synapxe, mengindikasikan bahwa mereka berniat menggunakan pedoman itu sebagai referensi selama enam hingga 12 bulan ke depan.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa pedoman tersebut saat ini berfokus pada chatbot AI generatif karena skalanya, tingginya interaksi dengan konsumen, serta meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait privasi data, keselamatan anak di bawah umur, dan risiko bagi pengguna yang rentan secara mental.
Dalam pembukaan Singapore Data Festival yang berlangsung selama lima hari, pemerintah Singapura juga meluncurkan beberapa inisiatif, termasuk panduan praktis untuk membantu perusahaan mengadopsi teknologi kembaran digital (digital twin), serta pedoman anjuran mengenai penggunaan data pribadi dalam AI generatif.






Komentar (0)