Kopi dan Kakao Jatim Jadi Harapan Tembus Pasar Global

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai komoditas kopi dan kakao bisa dijadikan andalan peningkatan kesejahteran petani bilamana mampu menembus pasar global.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai kopi dan kakao Jatim mampu menembus pasar global melalui hilirisasi, penguatan ekosistem agroindustri, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani.

"Jawa Timur memiliki kekuatan tidak hanya dari sisi volume produksi, tetapi juga keragaman cita rasa kopi yang berasal dari karakter geografis masing-masing daerah. Karena itu pengembangan sektor perkebunan harus diarahkan pada hilirisasi, pengolahan, penguatan merek, sertifikasi, dan perluasan akses pasar internasional," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin (20/7/2026).

Menurut Khofifah, saat ini preferensi lifestyle atau gaya hidup masyarakat global tengah bergeser ke arah produk yang berkelanjutan dan bercita rasa premium.

"Ini tentu jadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu sentra kopi unggulan Indonesia," katanya.

Jatim juga menjadi salah satu dari lima provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 80.895 ton yang ditopang Kabupaten Malang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

Baca Juga

  • Australia Minat Tambah Impor Kakao RI, Pasokan Jadi Tantangan
  • BI Pacu Ekspor Kopi hingga Rempah Jawa Lewat Gelaran JCFF 2026
  • Hutan Kopi Kintamani Masuk ke Perdagangan Karbon, Begini Potensinya

Selain itu, luas perkebunan kopi rakyat di Jawa Timur mencapai 123.720 hektare yang tersebar di Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.

Untuk komoditas kakao, Khofifah mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat klasterisasi pengembangan di Blitar, Madiun, Trenggalek, hingga Pacitan sebagai bagian dari diversifikasi tanaman perkebunan.

"Kopi dan kakao adalah dua komoditas unggulan yang siap terus ditingkatkan daya saingnya guna menjamin stabilitas pendapatan para petani," ucapnya.

Ia menilai peningkatan produktivitas harus diikuti perbaikan kualitas, standardisasi, sertifikasi, inovasi pengolahan, serta penguatan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar global.

Khofifah juga mengapresiasi Bank Indonesia (BI), khususnya Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, yang dinilai konsisten mendukung korporatisasi petani, digitalisasi sistem pembayaran, penguatan pembiayaan, hingga pembukaan akses ekspor melalui penyelenggaraan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan tema "From Local Flavors to Global Horizon" mencerminkan komitmen bersama membawa komoditas unggulan Indonesia ke pasar dunia melalui penguatan kualitas, inovasi, dan kolaborasi.

Ia menyebut produksi kopi, kakao, dan teh di Pulau Jawa pada 2024 berada pada kisaran 220 ribu hingga 250 ribu ton, dengan Jawa Timur menjadi sentra utama produksi kopi dan kakao di Pulau Jawa.

"Semoga JCFF terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia," pungkasnya.

Catat Transaksi Rp92,45 Miliar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan kegiatan Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Surabaya selama 17-19 Juli 2026 mencatatkan transaksi Rp92,45 miliar.

"JCFF merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendorong UMKM Jawa semakin kompetitif di pasar internasional," katanya dalam keterangan di Surabaya, Senin.

JCFF 2026 merupakan event tahunan BI Jawa Timur untuk menyediakan wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperkuat daya saing sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi komoditas kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 110 UMKM dan menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran produk, business matching, workshop, talk show, kompetisi, hingga atraksi budaya dan hiburan bagi masyarakat.

Ibrahim mengatakan pencapaian Rp92,45 miliar didapat dari transaksi melalui business matching perdagangan dan pembiayaan dengan investor domestik, internasional, serta perbankan di Jawa Timur.

Ia berharap JCFF dapat menjadi salah satu cara menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru lantaran kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah merupakan komoditas unggulan Jawa sekaligus identitas Nusantara yang memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. ​​​​​​

Menurut dia, penyelenggaraan JCFF 2026 dapat membuat komoditas kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah tidak hanya semakin dikenal sebagai warisan budaya Nusantara tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekspor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
• 13 jam lalu
0
thumb
Foto: Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Melonjak Jadi 5.278 Jiwa
• 1 jam lalu
0
thumb
Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight
• 23 menit lalu
0
thumb
Karhutla Bengkalis Makin Meresahkan, Legislator Perindo Dapot H Minta Mitigasi Dievaluasi
• 19 jam lalu
0
thumb
Sindiran Pedas Frank Alexander Usai Hotman Paris jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.