Investasi Rp 2 Triliun, Pabrik Isuzu Karawang Ekspor ke Lebih 25 Negara

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Dalam waktu relatif singkat, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatatkan hasil manis dari operasional pabriknya yang berlokasi di Karawang. Sejak dibangun 2013 dan resmi beroperasi 2015, total sudah ada 300 ribu unit kendaraan komersial yang diproduksi.

Engineering and Production Director Isuzu Indonesia, Rodko Purba menjelaskan bahwa perusahaan telah menggelontorkan investasi triliunan rupiah untuk fasilitas perakitan yang sudah berusia satu dekade tersebut.

"Luasnya 30 hektare dan nilai investasinya waktu itu sekitar Rp 2 triliun untuk tanah dan bangunannya. Sekitar Rp 1 triliun itu untuk bangunan dan kantor, di bangunan yang paling besar (investasi) adalah painting. Soalnya kalau boleh dibilang ini jantungnya ya," kata Rodko di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Rodko bilang, seiring berjalannya waktu pihaknya masih terus melakukan investasi untuk meningkatkan kemampuan produksi di pabriknya. Seperti pada penggunaan teknologi dan alat-alat untuk proses produksi.

"Itu investasi awal, ya. Kalau ke sini-sini itu setiap tahun ada investasi sih pasti, kalau tadinya 2015 automation kita masih sedikit, sekarang sudah 27 persen. Memang step by step setiap tahun kita tambah automation kita dan di situ kita investasi setiap tahun. Nah memang ke depan kita akan terus investasi," paparnya.

Saat seremoni produksi ke-300 ribu unit, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta sempat menyinggung proyeksi total produksi kendaraan Isuzu dapat mencapai 500 ribu unit.

Menyoal itu, Rodko tak menampik target tersebut bisa saja tercapai. Hanya saja dengan catatan, seperti kondisi permintaan serta perekonomian tetap membaik. Kemudian ditambah dengan komoditas ekspor yang turut meningkat.

"Sekarang 300 ribu (unit), kapan 500 ribu (unit)? Ya mungkin 20 ribu dibagi 40 ribu (unit) kira-kira 4 sampai 5 tahun lagi, ya. Itu kalau kondisinya memang seperti ini terus, kita lihat situasinya karena shift itu bergantung dari permintaan penjualan," katanya.

"Kadang-kadang kebijakan pemerintah berbeda sedikit akan berdampak pada commercial vehicle. Itu kalau misalnya target, mudah-mudahan bisa tercapai, ya. Seperti yang diucapkan pak Dirjen tadi sekitar 4-5 tahun lagi, tergantung nanti kondisi ekonomi kita," pungkasnya.

Isuzu Karawang Plant adalah salah satu fasilitas produksi global dari Isuzu Group. Aktivitas ekspor perdana dilakukan pada 2019 dengan tujuan meliputi Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama yang termasuk 25 negara tujuan ekspor.

Presiden Direktur PT IAMI, Masayasu Hideshima mengatakan kepercayaan pelanggan, dukungan pemerintah, para pemasok, diler, serta dedikasi seluruh karyawan menjadi pondasi utama yang memungkinkan pencapaian tersebut.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global," terang Hideshima.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Menjaga Pertemanan Tetap Awet di Tengah Kesibukan
• 19 jam lalu
0
thumb
IHSG Menguat 0,91 Persen Jelang RDG BI, Investor Tunggu Arah Suku Bunga
• 18 jam lalu
0
thumb
Hakim yang Bikin Roy Suryo Gigit Jari, Ternyata Kekayaannya Tembus Rp3,29 Miliar
• 6 jam lalu
0
thumb
Banyak Pembaruan, Intip Bocoran Fitur Baru Innova Zenix Facelift
• 16 jam lalu
0
thumb
Persijap Masih Adem Ayem Sambut Musim 2026/2027: 15 Pemain Hengkang, Belum Ada yang Datang
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.