Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa BUMN yang khusus menangani tata kelola ekspor yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah mengelola devisa sebesar US$10,5 miliar atau sekitar Rp188,26 triliun (asumsi kurs Rp17.930 per US$) dalam sebulan lebih sejak beroperasi.
Prabowo mengatakan bahwa seiring dengan adanya praktik under-invoicing dalam aktivitas ekspor di Indonesia, pemerintah kemudian membentuk sistem satu pintu aktivitas ekspor dan mendirikan PT DSI.
"Kita dirikan PT DSI yang mulai beroperasi penuh pada 1 Juli sebagai instrumen negara dalam tata kelola untuk kita bangun berapa yang diekspor berapa harga sebenarnya, berapa devisa itu," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/7/2026).
Presiden menjelaskan bahwa pada mulanya banyak yang nyinyir atas kebijakan tersebut. Namun, dia mengeklaim dunia luar mengakui bahwa kebijakan tersebut menjadi langkah Indonesia yang benar.
"Ada kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok tertentu yang selalu ingin Indonesia kolaps, saya tidak mengerti, saya tidak paham," ujarnya.
Prabowo menjelaskan bahwa pelaksanaan ekspor sumber daya alam satu pintu saat ini masih dalam tahap transisi. Kemudian, diharapkan pada 1 September 2026 implementasi penuh. Adapun, saat ini, menurutnya telah terdapat hasil pengelolaan ekspor sumber daya alam satu pintu.
Baca Juga
- Danantara Sebut PT DSI Fokus Cegah Transfer Pricing, Bukan Ambil Alih Ekspor
- Danantara Sumberdaya Indonesia Dituntut Transparan Demi Jaga Daya Saing Ekspor
- Fakta-fakta Danantara Sumberdaya Indonesia, Trader Tunggal Batu Bara-CPO RI
"Jadi kita sekarang tegakkan dan saya terima kasih saya dapat laporan dari Saudara Rosan, CEO Danantara [Rosan Roeslani] bahwa baru 1 bulan 2 minggu bekerja, PT DSI beroperasi sudah mengelola devisa US$10,5 miliar," katanya.
Prabowo pun menjelaskan bahwa sebelum ada PT DSI, terdapat gap atau perbedaan antara harga jual di Indonesia dengan harga di internasional sekitar 30%-40%.
"Begitu ada PT DSI sudah hampir menyatu, meneruskan praktik ini, meneruskan semua izin dicabut. Saya tidak pandang bulu kita cabut semua izin mereka yang tidak patuh kepada negara Indonesia," jelasnya.






Komentar (0)