Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin karena masih ada pihak yang berusaha meraup keuntungan pribadi dari program yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan menindak setiap penyimpangan tanpa tebang pilih, tetap mengedepankan langkah yang terukur.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
"Kita sedih ada oknum-oknum, pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan dari suatu pekerjaan atau suatu usaha yang begitu besar, begitu mulia. Tapi apa boleh buat, dengan sedih kita perbaiki," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran tanpa membedakan siapa pun yang terlibat.
"Sekali lagi berkali-kali saya bilang bahwa percayalah kita tidak akan pilih kasih, tebang pilih," tegasnya.
Meski demikian, Prabowo menilai penegakan hukum dan pembenahan birokrasi harus dilakukan secara bijaksana agar tidak justru merusak sistem yang sedang dibangun.
"Tentunya kita butuh kearifan. Waktunya kapan, bilamana, di mana, karena kita ingin menyehatkan badan Indonesia," katanya.
Ia mengibaratkan proses pembenahan pemerintahan seperti menangani penyakit serius yang membutuhkan terapi, bukan sekadar tindakan ekstrem.
"Kalau ada orang umpamanya kena kanker, jalan pintas bisa potong saja kakinya. Tapi mungkin dengan terapi teknologi kita bisa tanpa harus merusak badan," ujarnya.
Menurut Prabowo, pemerintah juga akan terus memerangi berbagai praktik penyimpangan yang merugikan negara, seperti mark up, penipuan, manipulasi harga (under transfer pricing), hingga kolusi dalam proses pemberian kredit.
"Tapi kalau diracuni dengan mark up, dengan penipuan, dengan under transfer pricing, dengan praktik-praktik birokrasi dan perbankan yang tidak benar, itu yang harus kita bereskan," tandas dia.






Komentar (0)