Alan Shearer Sebut Spanyol Pantas Juara, Kritik Permainan Argentina

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tak hanya mengakhiri status mereka sebagai juara bertahan, tetapi juga memicu kritik terhadap permainan keras yang diperlihatkan sepanjang pertandingan. Sejak menit-menit awal, tim asuhan Lionel Scaloni dinilai lebih banyak berupaya memutus ritme permainan lawan lewat pelanggaran dibanding membangun serangan.

Mantan kapten Inggris Alan Shearer menilai Spanyol merupakan tim yang memang layak keluar sebagai juara. Menurutnya, La Roja tampil dominan sejak awal hingga akhir pertandingan.

"Tidak ada keraguan tim yang tepat memenangkan pertandingan. Sejak awal hingga akhir, Spanyol menguasai penguasaan bola. Mereka adalah tim yang benar-benar ingin bermain sepak bola, menciptakan peluang, dan menembus pertahanan lawan," kata Shearer kepada BBC One.

Ia menambahkan, "Ini adalah kemenangan untuk sepak bola karena cara mereka bermain. Spanyol pantas mendapatkannya."

Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Spanyol. Mereka menguasai 65 persen penguasaan bola, mencatatkan 852 operan, melepaskan 20 tembakan dengan 11 mengarah ke gawang. Sebaliknya, Argentina hanya mampu mencatatkan 464 operan dan gagal melepaskan satu pun tembakan sepanjang waktu normal. Upaya pertama Albiceleste baru hadir pada menit ke-117 melalui Lionel Messi.

Di sisi lain, permainan Argentina lebih banyak diwarnai pelanggaran. Leandro Paredes menjadi salah satu pemain yang paling sering menghentikan serangan Spanyol melalui duel keras, sementara Enzo Fernandez juga tampil agresif hingga akhirnya menerima kartu kuning kedua akibat tekel terlambat terhadap Pau Cubarsi pada penghujung pertandingan.

Meski empat pemain Argentina mendapat kartu kuning, banyak pengamat menilai hukuman yang diterima masih tergolong ringan dibanding intensitas pelanggaran yang terjadi.

Kericuhan berlanjut setelah peluit panjang dibunyikan. Paredes terlibat adu mulut dengan Rodri, Gavi, dan Borja Iglesias, sedangkan Nahuel Molina terlihat melepaskan pukulan ke arah seorang pemain Spanyol yang melintas. Insiden tersebut langsung menuai kecaman dari sejumlah mantan pemain.

Legenda Manchester United, Wayne Rooney, menyebut tindakan para pemain Argentina sebagai sesuatu yang memalukan. "Memalukan melihat hal seperti itu setelah pertandingan selesai. Seseorang baru saja dinobatkan sebagai juara dunia. Itu sama sekali tidak bisa diterima," ujar Rooney.

Ia juga secara khusus menyoroti Paredes. "Paredes seharusnya bisa bersikap lebih baik. Tapi dia terus melakukannya tanpa henti."

Nada serupa disampaikan mantan kiper Inggris, Joe Hart. Menurutnya, Argentina tidak memiliki alasan untuk memprotes hasil pertandingan maupun melampiaskan emosi setelah laga usai. "Argentina sama sekali tidak punya alasan untuk mengeluh atas apa yang terjadi. Perilaku mereka menjijikkan," kata Hart.

Meski sempat menyinggung kartu merah Enzo Fernandez sebagai salah satu faktor yang memengaruhi jalannya laga, pelatih Lionel Scaloni akhirnya mengakui keunggulan Spanyol.

"Mereka pantas meraih kemenangan, itulah kenyataannya," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai pertandingan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Lini Pertahanan, Madura United Rekrut Brandon Scheunemann
• 10 jam lalu
0
thumb
Daftar 10 Waran Terstruktur yang Segera Delisting pada 30 Juli 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Dituding Menghindar, Ruben Onsu Pastikan Hadiri Mediasi Gugatan Hak Asuh Anak dengan Sarwendah
• 7 menit lalu
0
thumb
Prabowo: Sidang Kabinet Jadi Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
• 12 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Beruntun di MT Haryono Pancoran, Empat Orang Terluka
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.