Messi Cs Balik Badan Saat Spanyol Juara, Argentina Dicap Tak Sportif

wartaekonomi.co.id
17 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 bukan hanya meninggalkan luka karena gagal mempertahankan gelar juara. Sikap Lionel Messi dan rekan-rekannya setelah pertandingan justru menjadi sorotan besar.

Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 dalam laga final di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Furia Roja meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada kemenangan Spanyol. Momen setelah pertandingan juga memicu perdebatan setelah sejumlah pemain Argentina memilih tidak menyaksikan langsung seremoni pengangkatan trofi sang juara.

Setelah menerima medali runner-up, skuad Argentina terlihat berjalan menjauh ketika para pemain Spanyol bersiap mengangkat trofi Piala Dunia. Lionel Messi dan kawan-kawan tidak berada di area panggung untuk memberikan penghormatan kepada lawan.

Padahal, sebelumnya pemain Spanyol tetap memberikan aplaus ketika Argentina menerima medali. Sikap tersebut kemudian membuat sebagian pencinta sepak bola menilai Argentina tidak menunjukkan sportivitas dalam menerima kekalahan.

Sorotan semakin besar ketika Rodri menerima penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026. Suporter Argentina yang berada di stadion terdengar meneriakkan nama Lionel Messi saat gelandang Spanyol itu menerima penghargaan.

Komentator talkSPORT Adrian Durham menjadi salah satu pihak yang mengecam keras sikap Argentina tersebut.

"Tidak ada kelas sama sekali. Mereka benar-benar mengecewakan hari ini. Para pemain dan suporter mereka sangat mengecewakan," ujar Durham seperti dilansir Goal.com.

Durham juga menyoroti aksi suporter Argentina yang masih menyuarakan nama Messi ketika pemain Spanyol mendapatkan penghargaan.

Baca Juga: Lionel Scaloni Pastikan Lionel Messi Belum Pensiun, Siap Terus Bela Timnas Argentina

"Ketika Rodri naik untuk menerima penghargaan pemain terbaik turnamen, para suporter menyanyikan nama Messi dan Argentina. Mereka tidak bisa menerima bahwa Argentina dikalahkan di final Piala Dunia," katanya.

Tidak hanya seremoni, pertandingan final sendiri juga berlangsung penuh tensi. Argentina harus bermain dalam tekanan setelah Spanyol mendominasi penguasaan bola sepanjang laga.

Emiliano Martinez menjadi salah satu alasan Argentina mampu bertahan hingga waktu normal berakhir tanpa gol. Namun, pertahanan La Albiceleste akhirnya runtuh ketika Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada babak tambahan.

Drama semakin panas setelah pertandingan selesai. Kericuhan terjadi antara pemain kedua tim setelah beberapa insiden, termasuk kartu merah Enzo Fernandez dan aksi Leandro Paredes yang terlibat kontak fisik dengan pemain Spanyol.

Kegagalan mempertahankan gelar dunia membuat Argentina kehilangan kesempatan menjadi negara pertama dalam 64 tahun yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Namun, selain hasil akhir, perilaku setelah laga kini ikut menjadi bagian dari cerita pahit perjalanan Messi Cs di turnamen tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ketika Lamine Yamal Pilih Berlutut dan Berdoa Usai Spanyol Pastikan Trofi Piala Dunia 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Kopdes Merah Putih Bisa Tekan Margin Tengkulak Jadi 5%
• 16 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Tegas Bela Benny Jannah, Ungkap Kronologi Asprinya Ketemu Eks Jampidsus
• 6 jam lalu
0
thumb
1.095 Personel Kawal Penyampaian Aspirasi di Jakpus
• 2 jam lalu
0
thumb
Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
• 57 menit lalu
0
Berhasil disimpan.