Kabupaten Minahasa Utara menjadi lokasi peninjauan program konservasi keanekaragaman hayati laut dan perikanan pesisir oleh delapan duta besar negara sahabat dan pejabat internasional. Program yang telah berjalan enam tahun ini didukung Uni Eropa dan pemerintah Jerman untuk memperkuat konservasi di kawasan segitiga terumbu karang.
Duta besar dan belasan pejabat tinggi negara anggota dari Uni Eropa meninjau pelaksanaan program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle di Minahasa Utara. Program merupakan kerjasama Kementerian Kehutanan, Uni Eropa, Bank Pembangunan Jerman (KfW), dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program. Pendanaan juga didukung Kementerian Lingkungan Hidup, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir Jerman.
"Kami di sini bukan saja untuk menghabiskan waktu menikmati alam, tetapi juga untuk menyaksikan bagaimana dana dukungan yang telah kami berikan digunakan secara nyata, hingga akhir masa proyek ini. Dan bagaimana investasi yang telah kami tanamkan dalam inisiatif ini benar-benar membawa manfaat bagi semua. Konsep proyek ini adalah adanya pelibatan antara pihak pemerintah, masyarakat, dan bank pembangunan dalam hal ini adalah KfW dari Jerman." kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Senin, 20 Juli 2026.
Baca Juga :
Pelestarian Ekosistem Pesisir Salah Satu Pilar PentingKegiatan dilaksanakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati laut serta pengembangan ekonomi biru berkelanjutan.
"Di Sulawesi Utara khususnya di Kabupaten Minahasa Utara, karena memang mereka melihat Kabupaten Minahasa Utara ada beberapa tempat yang sangat unik yang mereka memiliki program yang bekerja sama dengan WCS dan KfW Development Bank dari Jerman untuk bisa membantu para nelayan kita. Bagaimana masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa Utara ini khususnya dan di Sulawesi Utara pada umumnya, ini mereka akan lihat untuk di dikembangkan bagaimana mereka bisa hidup yang layak dengan memanfaatkan environment lingkungan yang ada." ucap Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.
Pada hari kedua delegasi meninjau kelompok nelayan dan kondisi terumbu karang serta mendengarkan paparan capaian program dari Wildlife Conservation Society Indonesia.
"Kami meninjau proyek ini secara lebih dekat dan bagaimana kegiatan ini telah dilakukan. Kami memiliki kesempatan untuk berbicara dengan salah satu nelayan, yang menyatakan bahwa pendapatannya bertambah menjadi dua kali lipat hanya karena perubahan pola menangkap ikan," ucap Country Director KfW Indonesia, Burkhard Hinz.
Agenda dilanjutkan dengan mengunjungi Desa Bahoi untuk peninjauan hutan mangrove dan berkesempatan berdialog dengan warga sekitar dan ditutup dengan acara pertemuan bersama Gubernur Sulawesi Utara di Kota Manado.





Komentar (0)