JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan prakiraan cuaca nasional yang berlaku untuk hari Selasa, 21 Juli 2026.
BMKG memantau terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik Utara Papua yang memengaruhi dinamika atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia.
Sistem sirkulasi ini beserta kombinasi beberapa daerah konvergensi memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan, sehingga masyarakat di beberapa wilayah diimbau meningkatkan kesiapsiagaan.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 21-22 Juli 2026: Sumatera Utara Kembali Siaga, Ancaman Angin Kencang Meluas
Sebaran Sirkulasi Siklonik, Konvergensi, dan KonfluensiBerdasarkan analisis cuaca terkini dari BMKG, Senin (20/7/2026), sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di Samudra Pasifik Utara Papua.
Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Filipina sebelah timur Filipina serta di sekitar wilayah sirkulasi tersebut.
Selain itu, BMKG juga memetakan kondisi berikut:
- Daerah Perlambatan Angin (Konvergensi): Diprediksi terbentuk mulai dari Jambi hingga Riau, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Utara, Laut Flores, Maluku Utara, dan Laut Arafuru.
- Daerah Pertemuan Angin (Konfluensi): Diprediksi terbentuk di perairan barat hingga utara Aceh, perairan selatan Jawa Tengah hingga barat Bengkulu, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, dan Laut Halmahera.
Kombinasi fenomena atmosfer ini secara langsung mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik, konvergensi, maupun konfluensi tersebut.
Dampak dari penumpukan massa udara akibat dinamika regional ini menyebabkan potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah pada Senin 20 Juli 2026
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- cuaca besok
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca 21 Juli 2026
- wilayah berpotensi hujan
- sirkulasi siklonik
- cuaca Indonesia






Komentar (0)