Memanfaatkan aliran air di saluran irigasi, dua dusun di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapatkan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah musim kemarau yang melanda, pasokan listrik tetap mengalir ke rumah-rumah warga, di mana warga hanya perlu membayar iuran sebesar Rp12.000 per bulan.
Aliran irigasi yang melintasi Dusun Kedungrong, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, tidak hanya mengairi persawahan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Sebelumnya, warga kerap mengalami pemadaman listrik terutama saat musim hujan akibat jaringan tertimpa pohon tumbang.
Melihat potensi aliran induk Kali Bawang yang mengalir sepanjang tahun, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada bersama warga mengembangkan PLTMH. Awalnya listrik yang dihasilkan hanya dimanfaatkan untuk penerangan jalan, namun kini telah mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga.
Baca Juga :
Catat! Ini Daftar Tarif Listrik 20-26 Juli 2026Untuk mendukung operasional dan perawatan pembangkit, warga membayar iuran sebesar Rp12.000 setiap 35 hari. Saat ini, listrik ramah lingkungan dari PLTMH dinikmati oleh 53 Kepala Keluarga di Dusun Kedungrong dan 120 keluarga di Dusun Blumbang.
"Awalnya ada mahasiswa KKN di pedukuhan sini menggagas ini terciptanya PLTMH ataupun mikro hidro. Pada saat itu hanya skala kecil yaitu hanya penerangan jalan saja. Seiring berjalannya waktu melalui Dinas PUPESDM DIY, dibangunlah ini PLTMH ini. Rumah yang bisa ataupun yang menggunakan PLTMH ini sekitar 50-an KK." kata Ketua Pengelola PLTMH Kedungrong, Sumberini, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 20 Juli 2026.
Salah satu pelanggan PLTMH Kedungrong Suparman mengaku telah lama menggunakan listrik PLTMH untuk kebutuhan rumah tangga dan mengoperasikan peralatan bengkel seperti gerinda, bor, dan mesin las. Menurutnya biaya listrik PLTMH lebih hemat dibandingkan PLN karena ia hanya membayar iuran abonemen sekitaran Rp65.000, jauh lebih murah dibandingkan tagihan PLN yang mencapai Rp180.000 per bulannya.
"Sangat terbantu sekali dengan adanya PLTMH ini. Dari segi biaya jelas. Sedangkan voltasenya kan untuk pengerjaan lebih, watt-nya lebih besar. Jadi kan seperti untuk alat-alat yang besar watt-nya lebih bagus itu." ucap Warga, Suparman.





Komentar (0)