Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Semua Kalangan, Tidak Berasrama

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) diperuntukan bukan hanya untuk siswa dari kelas sosial miskin atau hampir miskin.

"Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan berasrama, Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi semua kalangan dan tidak berasrama," ujar Mu'ti dalam agenda Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Baca juga: SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka pada 21 Juli 2026

Dengan demikian, anak-anak yang berasal dari keluarga kelas ekonomi hampir miskin, pas-pasan, dan cukup, memiliki peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan di SNT.

"Seleksi penerimaan murid SNT berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik," kata Mendikdasmen.

Berberda dari SMA Unggul Garuda hanya untuk tingkat SMA dan berasrama, SNT hanya meliputi tingkat SMP dan SMA dan tidak berasrama.

Baca juga: Termasuk di IKN, Pemerintah Siapkan Pembangunan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ini

Selain itu, calon murid baru SNT diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari lokasi tempat SNT berdiri.

"Misal SNT di Kabupaten Kupang akan menerima calon murid dari Kabupaten Kupang. Begitu juga jika SNT di Kabupaten Tidore atau Kota Subulussalam akan menerima calon murid dari Kota Subulussalam," ucap Mu'ti.

Melalui berbagai program pendidikan dari pemerintah, menurut Mu'ti, kebutuhan dan kelompok sasaran dapat diserap untuk menuju tujuan pendidikan bermutu untuk semua.

Mendikdasmen memahami bahwa program sebesar ini memerlukan kerja bersama, keterbukaan, dan pengawasan publik.


"Karena itu, kami terbuka terhadap masukan, kritik, dan evaluasi," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia memastikan, SNT diselenggarakan secara transparan, akuntabel, inklusif, dan selalu berpihak pada kepentingan terbaik untuk anak.

"SNT berjalan beriringan dengan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, serta berbagai kebijakan pendidikan yang lainnya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
6 Kelebihan dan Kekurangan Piala Dunia 2026, dari Format Baru hingga Kontroversi FIFA
• 15 jam lalu
0
thumb
OTT Bupati Lombok Barat, Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kembali Terseret Korupsi
• 6 jam lalu
0
thumb
Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
• 16 jam lalu
0
thumb
Ada Demo di Jakpus Hari Ini, Polisi Kerahkan 1.095 Personel
• 5 jam lalu
0
thumb
Wagub DKI Jakarta Perintahkan Bank Jakarta Sediakan ATM di Semua Rusun
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.