Selama ini, berang-berang (beaver) kerap dianggap "pengganggu" karena membangun bendungan yang bisa membanjiri lahan pertanian. Namun, dalam proyek restorasi alam di Inggris, satwa itu justru direkrut jadi "insinyur".
Times of India (TOI) melaporkan, perusahaan konservasi Nattergal mengubah Boothby Lodge Farm seluas 617 hektare di Lincolnshire menjadi kawasan alam liar Boothby Wildland. Lahan pertanian yang selama puluhan tahun dikelola secara intensif itu dipulihkan dengan menghentikan budidaya tanaman dan melepasliarkan koloni berang-berang.
Satwa tersebut diharapkan membangun bendungan alami yang memulihkan lahan basah, memperlambat aliran sungai, mengurangi risiko banjir, serta menyimpan air lebih lama saat musim kering.
Inti proyek tersebut: pelepasliaran berang-berang di sungai sepanjang 2 kilometer yang selama puluhan tahun berubah akibat pertanian intensif.
Karena Inggris belum mengizinkan pelepasliaran berang-berang secara bebas ke alam liar, Nattergal membangun kawasan konservasi berpagar terbesar di Inggris sebagai habitat satwa tersebut.
Rencana tersebut sempat ditentang sejumlah pemilik lahan di sekitar lokasi. Mereka khawatir bendungan yang dibangun berang-berang akan membanjiri lahan pertanian, seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah Skotlandia.
Namun, pakar berang-berang Nattergal, Roisin de Klee, mengatakan kekhawatiran itu dapat diantisipasi. Menurut dia, setiap berang-berang yang pernah lolos dari kawasan konservasi sebelumnya berhasil ditangkap kembali.
"Kami juga tidak ingin berang-berang keluar ke lahan Anda karena kami membutuhkan mereka tetap berada di sini untuk melakukan pekerjaan ini," kata de Klee kepada para pemilik lahan, dikutip dari The Economic Times, Senin (20/7).
Meski begitu, para petani masih mempertanyakan dampak keberadaan berang-berang terhadap populasi ikan, burung yang bersarang di permukaan tanah, hingga interaksinya dengan berang-berang sungai (otter).
Berang-berang dijuluki insinyur ekosistem (ecosystem engineer) karena kemampuannya mengubah bentang alam secara alami.
Dengan gigi depannya yang kuat, satwa ini menebang pohon-pohon kecil, lalu menyusun ranting, batang kayu, lumpur, batu, dan vegetasi menjadi bendungan.
Bendungan tersebut membentuk kolam yang tidak hanya menjadi tempat berlindung bagi berang-berang, tetapi juga meningkatkan cadangan air, memulihkan lahan basah, serta menciptakan habitat bagi berbagai spesies lain.
Berang-berang juga terus memperbaiki bendungan yang mereka bangun sehingga dapat bertahan selama bertahun-tahun dan secara alami membentuk kembali ekosistem sungai.
Dari Lahan Pertanian Menjadi Alam LiarNattergal membeli Boothby Lodge Farm seharga £13,8 juta atau setara Rp 283 miliar sekitar empat tahun lalu. Saat itu, kawasan tersebut didominasi pertanian intensif dengan sangat sedikit satwa liar yang tersisa.
Lebih dari 92 persen lahannya digunakan untuk budidaya tanaman, sedangkan sekitar 3 persen berupa kawasan hutan yang dimanfaatkan untuk perburuan burung pegar (pheasant) komersial.
Untuk memulihkan kawasan tersebut, perusahaan menghentikan budidaya tanaman, tidak lagi menggunakan pupuk dan pestisida sintetis, membongkar sistem drainase bawah tanah yang selama puluhan tahun mengeringkan lahan, hingga pelepasliaran berang-berang.
Tak lama setelah pertanian intensif dihentikan, tumbuhan asli mulai kembali tumbuh dan kawasan itu perlahan bertransformasi menjadi Boothby Wildland.
Restorasi Alam Jadi Sumber PendapatanRestorasi alam yang dilakukan Nattergal bukan sekadar proyek konservasi, tapi bisnis. Boothby Wildland telah menghasilkan pendapatan dari pasar karbon dari sebelum program pelepasliaran berang-berang.
Perusahaan itu menandatangani kontrak senilai £1 juta atau sekitar Rp 21 miliar dengan perusahaan konsultan teknik bernama Arup untuk memasok kredit karbon selama 30 tahun ke depan.
Nilai kredit tersebut dilaporkan lebih tinggi dibandingkan kredit karbon konvensional karena proyek ini tidak hanya menyerap karbon, tetapi juga memulihkan habitat, mengurangi risiko banjir, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, proyek ini menjual biodiversity net gain (BNG) units, yaitu unit yang merepresentasikan peningkatan keanekaragaman hayati dan dapat dibeli pengembang proyek pembangunan untuk memenuhi kewajiban lingkungannya.
Saat ini, Boothby Wildland memiliki 1.413 unit BNG yang diperkirakan bernilai lebih dari £35 juta atau sekitar Rp 719 miliar.
Sebagai informasi, proyek restorasi alam ini dipimpin Sir Charles Raymond Burrell, salah satu pendiri Nattergal, yang sebelumnya menerapkan konsep serupa di Knepp Estate, West Sussex, seluas 3.500 acre. Sama seperti proyek di Boothby, proyek di Knepp Estate juga sempat menuai kritik.
Meski begitu, kini Knepp dikenal sebagai salah satu proyek restorasi alam paling sukses di Inggris. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai spesies langka sekaligus menghasilkan pendapatan dari ekowisata, penjualan daging ternak yang digembalakan secara alami (free-range).
Kawasan ini dilaporkan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dibandingkan ketika masih dikelola sebagai lahan pertanian.





Komentar (0)