Kak Seto: Kita Perlu Ajak Anak Kembali Cintai Permainan Tradisional

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, mengajak seluruh pihak untuk kembali mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gawai (gadget).

Menurutnya, permainan tradisional bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga berperan membentuk karakter, kemampuan sosial, hingga kesehatan fisik dan mental anak.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai, kita perlu mengajak anak-anak kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional Indonesia,” ujar Kak Seto dalam sambutannya pada Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Balai Kota, Jakarta Pusat, Pada Senin (20/7).

Kak Seto menambahkan, permainan tradisional seperti egrang, engklek, congklak, balap karung, gobak sodor, lompat tali, hingga permainan sedotan karet mengandung nilai-nilai yang penting bagi tumbuh kembang anak.

“Permainan tradisional seperti egrang, engklek, congklak, balap karung, gobak sodor, sedotan karet, lompat tali bukan sekadar permainan belaka, tapi juga di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, kejujuran, kerja sama, disiplin, kreativitas dan saling menghargai,” ujar kak Seto.

Ia menjelaskan, anak-anak membutuhkan ruang aman untuk belajar, berinteraksi, dan bermain bersama. Ia menilai bermain merupakan hak anak sekaligus proses pembelajaran yang membentuk karakter dan kecerdasan sosial.

“Bermain bukan sekadar hiburan saja, tapi merupakan hak anak yang sekaligus merupakan pembelajaran yang membentuk karakter, kecerdasan sosial serta kesehatan fisik dan mental,” tambah Kak Seto.

Selain itu, lingkungan bermain yang positif juga menjadi salah satu upaya mencegah kekerasan terhadap anak.

“Saat anak bermain bersama dengan penuh kegembiraan, mereka belajar berinteraksi, membangun empati dan menjalin persahabatan yang sehat. Lingkungan bermain yang positif juga menjadi salah satu upaya nyata mencegah kekerasan terhadap anak dan membangun karakter yang sehat,” ucap kak Seto.

Kak Seto juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di berbagai wilayah Jakarta.

Keberadaan RPTRA menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk bermain, belajar, berolahraga, dan melakukan berbagai aktivitas positif.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tinggi nya untuk Pemprov DKI Jakarta yang sudah mendirikan RPTRA atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak yang hampir ada di setiap kelurahan di wilayah DKI Jakarta. Ruang terbuka hijau ini adalah wujud nyata pemerintah dalam memberikan sarana bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas seperti bermain, belajar, diskusi, olahraga, dan kegiatan positif lainnya,” kata Kak Seto.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
”Blended Finance Model”, Babak Baru Program Perhutanan Sosial di Lampung
• 1 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
• 1 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pemuda Madiun Hilang di Korea, Pamit Beli Sepatu Sempat Terlihat di Masjid
• 5 jam lalu
0
thumb
Gadis Bandung yang Hilang Sempat Curhat Masih Dikejar-kejar Mantan Pacar
• 13 jam lalu
0
thumb
Mbak Wali Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Ajak Perkuat Kebersamaan di Kota Kediri
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.