Tenaga Honorer SDN 3 Bantaran Probolinggo Diduga Dibacok di Ruang Guru, Polisi Selidiki Motif

beritajatim.com
17 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Probolinggo (beritajatim.com) – Insiden dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di SDN 3 Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Seorang tenaga honorer sekolah berinisial Nali (32) mengalami luka serius setelah diduga diserang menggunakan celurit di dalam ruang guru.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 09.55 WIB di SDN 3 Bantaran yang berada di Dusun Timur Curah, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran.

Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko W. Ido membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga diserang oleh seorang pria berinisial M (62), warga Desa Bantaran.

“Korban mengalami luka robek pada bahu kanan akibat sabetan senjata tajam dan harus menjalani tindakan medis dengan delapan jahitan,” kata AKP Agus Eko, Senin (20/7/2026).

Peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah itu memunculkan perhatian publik, termasuk terkait bagaimana terduga pelaku dapat membawa senjata tajam hingga masuk ke area sekolah dan melakukan dugaan penyerangan di ruang guru.

Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk mengusut motif yang melatarbelakangi dugaan pembacokan tersebut.

Kasus ini telah ditangani Polsek Bantaran berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/15/VII/2026/SPKT/Sek Bantaran/Res Probolinggo tertanggal 18 Juli 2026.

Dalam proses penyidikan, polisi menerapkan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terhadap terduga pelaku.

Sejumlah langkah penyidikan telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan korban dan saksi-saksi, permintaan visum et repertum, hingga pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

Sampai saat ini, kepolisian belum mengungkap secara resmi motif dugaan penyerangan tersebut. Penyidik memastikan seluruh fakta akan didalami secara menyeluruh, termasuk kronologi sebelum kejadian serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi kekerasan di lingkungan sekolah. [rap/beq]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Warga Keturunan Tionghoa Ditangkap karena Dugaan Pencucian Uang Lintas Negara, US$43 Juta Diduga Ditransfer ke Tiongkok
• 21 jam lalu
0
thumb
Gempa Kembar Guncang Pegunungan: Pemukiman Roboh-Korban Berjatuhan
• 1 jam lalu
0
thumb
Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Gantikan Keir Starmer
• 12 jam lalu
0
thumb
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
• 7 jam lalu
0
thumb
Megawati Terima Dubes Maroko, Bahas Baik Hubungan yang Terjalin Selama 66 Tahun
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.