Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menghadirkan ruang publik yang sehat di tengah era digital.
"Final Piala Dunia bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Momen ini mempertemukan masyarakat dalam ruang publik yang sehat, penuh kegembiraan, dan memperkuat kebersamaan," kata Meutya saat menghadiri Nonton Bareng Final Piala Dunia di Martubung, Medan, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap pertandingan sepak bola menunjukkan olahraga dapat menjadi media yang memperkuat interaksi sosial di tengah perkembangan teknologi digital.
Meutya mengatakan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) juga merupakan bentuk komitmen pemerintah agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati tayangan olahraga kelas dunia secara gratis melalui TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.
"Ini semua berkat Bapak Presiden dan niat beliau yang ingin memberikan suguhan hiburan bagi masyarakat di mana pun berada di Indonesia, termasuk di Martubung," ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjaga sportivitas dalam menikmati pertandingan.
"Mari kita belajar dari perhelatan sepak bola dunia ini. Mari kita belajar sportivitas, arti perjuangan, dan bahwa di antara semua pertandingan yang paling penting adalah kegembiraan, keceriaan, dan rasa persatuan," ucapnya.
Baca Juga: Gagal Juara, Messi Tetap Tinggalkan Rekor Gila di Piala Dunia 2026
Baca Juga: Perputaran Ekonomi Nobar Piala Dunia 2026 Tembus Rp5,03 Triliun
Meutya juga berharap kegiatan nobar ini menjadi ruang kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia, bukan menjadi alasan munculnya perpecahan.
"Semoga pertandingan berlangsung dengan baik. Tidak ada curang-curang, tidak ada kekerasan. Damai semua, termasuk yang menonton di sini,"
"Piala Dunia adalah milik semua. Mari kita rayakan dengan sportivitas, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Itulah semangat yang ingin kita bangun bersama," tutupnya.






Komentar (0)