Kontroversi Hotman di Kasus Febrie: Seret Nama Prabowo hingga Dikecam Wartawan

katadata.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Nama pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan. Ini setelah Hotman memutuskan menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Usai ditunjuk menjadi kuasa hukum Febrie, Hotman langsung angkat bicara soal kasus mantan Jampidsus itu. Ia menilai kliennya menjadi korban kriminalisasi dalam penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri. 

Hotman menilai proses hukum terhadap Febrie tidak berjalan sesuai prosedur karena dilakukan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

“Bagaimana kalau tiba-tiba rumah lu digeledah sampai celana-celana lu misalnya dipamerkan, tanpa diperiksa saksi apapun. Itu namanya apa? Jawab sendiri,” kata Hotman saat menyampaikan keterangan di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (17/7).

Dalam konferensi pers tersebut, Hotman juga melontarkan sejumlah pernyataan yang membuat dirinya menjadi sorotan. Berikut daftarnya:

Mengaku Tak Dibayar

Hotman mengatakan dirinya terpanggil untuk menangani kasus tersebut karena merasa Febrie Adriansyah dikriminalisasi. Menurut Hotman, Febrie berkontribusi dalam pengembalian aset negara selama bekerja sebagai Jampidsus. 

"Saya tidak berharap uang dari Jampidsus karena saya tahu dia tidak mungkin membayar saya mahal," kata Hotman.


Konferensi pers Jampidsus Febrie Adriansyah (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz)

Pernyataan Hotman ini menjadi sorotan warganet. Beberapa bahkan membandingkan saat dia memutuskan tak lagi menjadi pengacara mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

"Makanya lain kali jangan pelit-pelit sama pengacara. Pengacara berbobot itu mahal," kata Hotman dalam akun Instagramnya pada 18 Mei lalu.

Seret Nama Prabowo

Dalam konferensi pers perdana sebagai kuasa hukum Febrie, Hotman juga menyeret nama Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan,  kliennya adalah sosok kebanggaan Prabowo yang dikriminalisasi. 

Hotman juga menyinggung kepolisian yang tak pamit ke Prabowo terlebih dulu memproses Febrie. "Kenapa tidak tanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan (mengusut) tangan kanan yang dibanggakan Presiden," kata Hotman.

Pernyataan ini langsung direspons oleh parati Prabowo yakni Gerindra. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra Bambang Haryadi mengatakan Prabowo tidak pernah mengintervensi penanganan hukum.

Bambang juga menyayangkan Hotman yang mengaitkan Prabowo dengan kasus Febrie. "Ini sangat tidak benar dan bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo tentang pemberantasan korupsi," kata Bambang pada Minggu (20/7).

Dikecam Wartawan

Hotman juga menjadi sorotan karena dianggap menghina wartawan saat konferensi pers terkait kasus Febrie. Organisasi wartawan, termasuk Forum Pemred dan PWI mengecam Hotman karena menggunakan pilihan kata “Lu punya otak, enggak?” serta sikap arogan tidak profesional dan melanggar Undang‑Undang Pers.

"Pilihan kata dan cara Hotman Paris Hutapea dalam merespons pertanyaan wartawan sangat tidak profesional dan merendahkan profesi wartawan yang sedang bekerja menjalankan amanat Undang-Undang Pers," kata Ketua Forum Pemred Retno Pinasti dalam keterangan tertulis, Minggu (20/7).

Belakangan, Hotman meminta maaf atas pernyataannya. Ia mengaku emosi karena diberondong pertanyaan yang menurutnya berada di luar kemampuannya menjawab.

"Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan pada waktu konferensi pers kasus mantan Jampidsus," kata Hotman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gerai Bertambah, Fore Coffee (FORE) Cetak Pendapatan Rp 1 Triliun di Semester I
• 11 jam lalu
0
thumb
Dulu Jadi Rebutan, Sekarang Investor Kompak Buang Saham AI
• 9 jam lalu
0
thumb
Ledakan Hebat Guncang Perumahan Grand Polonia Medan
• 9 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Diserbu Demonstran: Dari Tuduhan Hina Jurnalis hingga Pembela Koruptor
• 2 jam lalu
0
thumb
Prabowo: 66,4 Juta Warga Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.