Biang Kerok Rupiah Melemah Hari Ini, Senin 20 Juli 2026

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (20/7/2026).

Pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya eskalasi konflik geopolitik antara AS dan Iran yang turut mendorong kenaikan harga minyak serta penguatan indeks dolar AS.

Mengutip data perdagangan, rupiah pada Senin pagi melemah 56 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.977 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.921 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah pada kisaran di Rp17.900- Rp18 ribu dipengaruhi faktor global eskalasi konflik geopolitik yang berakibat pada kenaikan harga minyak dan index dollar yang menguat,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Eskalasi konflik meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan dimulainya serangkaian serangan baru terhadap Iran.

Baca Juga

  • Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah Rp17.992 per dolar AS, Pasar Cermati RDG BI
  • Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 20 Juli 2026
  • Proyeksi Rupiah Pekan Depan di Kisaran Rp17.850 - Rp17.950 per Dolar AS

Operasi tersebut disebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz serta merespons serangan Garda Revolusi Islam terhadap personel militer AS di Yordania.

Iran kemudian dilaporkan membalas dengan melancarkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer AS di Kuwait. Militer Iran menyatakan serangan tersebut menyasar gudang amunisi di Camp Al Adiri, sistem rudal Patriot, serta instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian pasar karena berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan dan pasokan energi global. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Selain sentimen global, pelaku pasar juga mencermati kemungkinan perubahan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (22/7/2026) sebagai langkah untuk mengantisipasi tekanan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Alasan utama kenaikan suku bunga acuan di antaranya inflasi, nilai rupiah, dan volatility pasar saham seiring dengan review oleh lembaga rating global,” kata Rully.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Denny Sumargo Komentari Video Klarifikasi Giorgio Antonio, Jawabannya Menohok!
• 13 jam lalu
0
thumb
Kredit Perbankan Tumbuh 11,5%, OJK Sebut Sektor UMKM Masih Jadi Tantangan
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Minta BRIN Cari Sumber Air Baru, Siapkan Teknologi Nuklir hingga Drone
• 14 jam lalu
0
thumb
Abdel Achrian Kenang Temon: Semua Momen Bersamanya Selalu Lucu
• 32 menit lalu
0
thumb
Titik Macet Tol Arah Jakarta Pagi Ini, 21 Juli
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.