Penjualan Perusahaan Barang Mewah Richemont SA Tumbuh 20 Persen, Kalahkan LVMH

idxchannel.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jepang dan Amerika berkontribusi paling besar dalam pertumbuhan penjualan Richemont.

Penjualan Perusahaan Barang Mewah Richemont SA Tumbuh 20 Persen, Kalahkan LVMH. (Foto: Time International)

IDXChannel—Richemont SA, perusahaan asal Swiss yang menaungi sejumlah merek barang mewah, mencatatkan pertumbuhan penjualan 20 persen, dengan 6,3 miliar euro pada kuartal kedua tahun ini. 

Nilai itu setara dengan Rp129,54 triliun. Melansir Financial Times (20/7/2026), Jepang dan Amerika berkontribusi paling besar dalam pertumbuhan penjualan Richemont. Penjualan di Jepang tumbuh 36 persen secara tahunan. 

Baca Juga:
Delapan Perhiasan Sangat Berharga Dicuri dari Museum Louvre Prancis, Ini Daftarnya

Sementara penjualan di Amerika Serikat tumbuh 27 persen secara tahunan. Richemont mencatatkan penjualan yang tumbuh lebih dari 10 persen di tiap negara selain Timur Tengah yang hanya tumbuh 3 persen.

Pasar Timur Tengah disebut mulai membaik tiap kuartal setelah sebelumnya terdampak perang antara Iran dan AS yang tak kunjung selesai.  

Baca Juga:
Warga Singapura Lebih Pilih Beli Batangan dan Koin Emas Dibanding Perhiasan

Sebagai tambahan informasi, Richemont SA menaungi sejumlah brand mewah seperti Cartier, Van Cleef & Arpels, Chloe, Alaia, dan sebagainya. Pada kuartal II-2026, penjualan secara keseluruhan ditopang secara dominan oleh divisi perhiasan, yakni Cartier dan Van Cleef. 

Segmen perhiasan mewah tercatat tumbuh 24 persen secara organik. Sementara segmen jam tangan tumbuh 8 persen, disusul segmen fashion yang tumbuh 9 persen. Realisasi pertumbuhan penjualan Richemont secara keseluruhan melampaui ekspektasi para analis.

Baca Juga:
Permintaan Barang Mewah Turun, LVMH Dikabarkan Akan Jual Beberapa Brand

Richemont bahkan berhasil melampaui kinerja kompetitornya, yakni LVMH. Perusahaan Swiss ini sukses mencatatkan pertumbuhan penjualan dobel digit pada segmen perhiasan, termasuk Cartier dan Van Cleef, selama tujuh kuartal berturut-turut. 

Secara bersamaan, permintaan konsumen atas produk tas, sepatu, dan fashion yang menopang penjualan bagi LVMH justru stagnan.

Hal ini meningkatkan optimisme investor terhadap tingkat permintaan barang mewah yang menguat setelah penurunan selama dua tahun terakhir. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Resmi! Ini Bos Baru Hamas, Pengganti Yahya Sinwar
• 1 jam lalu
0
thumb
Kredit Perbankan Tumbuh 11,5%, OJK Sebut Sektor UMKM Masih Jadi Tantangan
• 1 jam lalu
0
thumb
Dewa United Ash bertahan di zona hijau PMPL ID Fall pekan pertama
• 7 jam lalu
0
thumb
Amerika Mau Pasang Cermin Tutup Langit, Ilmuwan Takut Bintang Hilang
• 14 jam lalu
0
thumb
Kortastipidkor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pembiayaan Proyek Batu Bara
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.