Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Inacraft Pertama  di Luar Jakarta

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

Pengunjung mendatangi pameran Inacraft di Jogja Expo Center.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Bermacam produk kriya dihadirkan dalam ajang ini.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Inacraft di Jogja Expo Center digelar selama lima hari.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Jika selama lebih dari seperempat abad pameran kriya Inacraft selalu identik dengan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraannya, pada tahun ini ajang tahunan itu untuk pertama kali diadakan di Yogyakarta. Acara berskala internasional itu pun menjadi momen bagi pelaku industri kecil dan menengah atau IKM Kota Yogyakarta dan berbagai daerah lainnya untuk memperluas pasar sekaligus membangun relasi bisnis mereka.

Pengunjung berduyun-duyun mendatangi pameran kriya dan kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu. Sebagian di antara mereka tampak terkagum-kagum melihat peragaan pengoperasian alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dilaksanakan di tengah Jogja Expo Center, Yogyakarta, yang menjadi tempat ajang itu diselenggarakan, Minggu (19/7/2026).

Nuansa berbeda tampak pada ajang Inacraft di Yogyakarta. Jika di Jakarta pameran ini lebih menonjolkan Inacraft sebagai pameran dagang murni, di Yogyakarta format acara ini bertransformasi menjadi layaknya sebuah festival budaya.

Stan pada pameran Inacraft tahun ini tidak melulu tentang jualan produk. Pengunjung ajang ini juga diajak belajar tentang beragam jenis batik yang mewakili daur hidup dalam siklus kehidupan masyarakat Jawa.

Pameran perdana Inacraft di Yogyakarta ini diikuti oleh sekitar 250 peserta UMKM menampilkan sedikitnya 1.000 tenant dari dalam dan luar negeri. Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri turut memfasilitasi para pelaku usaha lokal unggulan melalui stan khusus untuk membantu mereka naik kelas.

Pengunjung melihat bermacam produk yang dijual dalam ajang ini.

Selama lima hari penyelenggaraan, pihak panitia menargetkan transaksi ritel hingga Rp 8 miliar dengan total kunjungan mencapai 25.000 orang. Ajang ini relatif sukses dan membuktikan bahwa warisan budaya dapat turut menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional yang berdaya saing global.

Baca JugaIni Waktunya Seni Menginvasi Taman Kota
Baca JugaSapi-sapi Piyungan yang Mendunia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Pabrik Dupa di Tangerang, 3 Pegawai Dievakuasi
• 10 jam lalu
0
thumb
RUU PFII Siap Dibawa ke Paripurna, Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Magnet Keuangan Global
• 12 jam lalu
0
thumb
Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini 21 Juli, Simak Lokasi dan Jadwalnya
• 2 jam lalu
0
thumb
[FULL] Perang AS-Iran Tidak Kunjung Usai, Siapa Diuntungkan? Ini Kata Pengamat | SAPA PAGI
• 9 jam lalu
0
thumb
Suasana Usai Kebakaran Restoran Steak Menteng, Gelap dan Lalin Tersendat
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.