Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi ajak orang tua batasi penggunaan gawai pada anak ramai jadi perbincangan. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat itu lantaran adanya ancaman yang menghantui.
Ditambah lagi, kebiasaan bermain gawai terlalu lama sebenarnya juga bisa berdampak kepada kesehatan. Yakni dimana banyak anak-anak menjadi kurang bergerak.
Apalagi jika seorang anak sudah terlalu kecanduan bermain gawai, ia akan sampai lupa makan dan nutrisi yang masuk di tubuh tidak akan diolah dengan baik.
Dan imbas dari hal itu, anak menjadi mudah sakit bahkan emosinya menjadi tidak terkontrol. Hal itulah yang akhirnya membuat Dedi Mulyadi ajak orang tua batasi penggunaan gawai pada anak.
Karena ya, hal itu bisa jadi ancaman di masa depan pula.
"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ungkap Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Minggu (19/7/2026).
"Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," imbuhnya.
Tentu saja hal itu menjadi ancaman yang menakutkan apabila terus dibiarkan begitu saja. Oleh karenanya, pria yang akrab disapa KDM itu meminta para orang tua untuk lebih memperhatikan pola hidup anak dan membiasakan anak melakukan kegiatan yang membuat tubuh aktif bergerak.
Lebih lanjut KDM meminta orang tua juga mengurangi anak-anak mereka mengkonsumsi makanan yang tak sehat dan mengandung gula tinggi.
Di sisi lain, Dedi mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat program untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
"Ketika yang hamilnya bermasalah, maka dia boleh ke toko, minimarket, atau ke mana pun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kami rumuskan karena tanggung jawab negara," ucapnya dikutip dari TribunJabar.id.
Terakhir, selain Dedi Mulyadi ajak orang tua batasi penggunaan gawai pada anak, negara juga harus hadir untuk memastikan masyarakat mendapat kebutuhan dasar yang mendukung kesehatan.
"Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)