Sebanyak 26 Dosen dan Mahasiswa Jadi Korban Kekerasan Verbal dalam Grup Chat Mahasiswa Unesa

tvonenews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa yang diduga telah melakukan kekerasan verbal terhadap 26 mahasiswa dan dosen.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (19/7/2026).

Iman mengatakan penonaktifan itu dilakukan guna mendukung kelancaran pemeriksaan yang dilakukan Satgas PPK terkait dugaan kekerasan verbal tersebut.

"Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," katanya. 

Kronologi

Iman menjelaskan kasus tersebut bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah Grup WhatsApp (WAG) yang melibatkan enam mahasiswa program vokasi.

Percakapan itu berisi pesan yang mengobjektifikasi sejumlah mahasiswi dan dosen, kemudian beredar luas sebelum dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK.

"Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," ujar Imam.

Menurut Iman, penanganan kasus dilakukan sesuai mekanisme yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi dengan mengedepankan perspektif korban, asas keadilan, kerahasiaan, dan prinsip kehati-hatian.

"Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan kasus tersebut melibatkan enam terlapor dengan 26 pihak yang diduga menjadi korban, terdiri dari mahasiswi dan empat dosen.

Satgas PPK masih mendalami perkara dengan memeriksa saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan.

"Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," kata Iman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BSN Targetkan Aset Rp87 Triliun pada 2026, Simak Strategi Pertumbuhannya
• 17 jam lalu
0
thumb
Amerika Ketar-Ketir Ditendang China, Tandanya Makin Kencang
• 4 jam lalu
0
thumb
Harkopnas 2026 Jadi Tonggak Baru Penguatan Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan
• 7 jam lalu
0
thumb
115 Napi Risiko Tinggi dari Jatim dan Sulsel Dipindahkan ke Nusakambangan
• 8 jam lalu
0
thumb
Simak lagi warta soal konser Afgan, paket VIP final Piala Dunia 2026
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.