Senator Amerika Serikat (AS) kembali bersuara dalam konflik dengan Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diminta segera menghentikan perang kedua negara setelah dua prajurit dari negara tersebut tewas akibat serangan yang terjadi di Timur Tengah.
Senator dari Partai Demokrat, Mark Warner menilai konflik yang telah berlangsung selama lima bulan itu telah berubah menjadi bencana besar bagi negaranya, baik dari sisi militer maupun posisi diplomatik di mata dunia.
Baca Juga: Dibongkar Anak Hotman Paris, Ada 'Sesuatu' di Balik Manuver Ayahnya Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Warner menyebut perang saat ini merupakan konflik yang dipilih sendiri oleh Trump. Ia terjadi bukan karena adanya ancaman langsung terhadap Amerika Serikat.
"Ini adalah perang pilihan," kata Warner, dikutip Senin (20/7/2026).
Iran menurutnya tidak menimbulkan ancaman yang mendesak terhadap negara ketika perang dimulai beberapa bulan lalu.
Warner juga menilai pemerintahan saat ini gagal mencapai berbagai tujuan utama yang sebelumnya dijadikan alasan operasi militer terhadap Teheran.
Ia menyebut pergantian rezim tidak terwujud, persediaan uranium yang telah diperkaya belum berhasil diamankan, sementara kemampuan rudal dan pesawat nirawak (drone) musuh juga belum berhasil dilumpuhkan.
"Perang pilihan ini telah menjadi bencana. Ini merupakan bencana secara militer. Ini juga menjadi bencana dalam cara dunia memandang kita," tegas Warner.
Pernyataan tersebut muncul setelah dua anggota militer negara terkait dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Iran. Insiden itu semakin memperbesar tekanan politik terhadap Gedung Putih.
Warner menilai tidak ada solusi cepat untuk mengakhiri ketegangan di Selat Hormuz. Karena itu, ia mendesak presiden segera menghentikan operasi militer dan mengakhiri perang.
"Deklarasikan kemenangan besok lalu akhiri semuanya," ujar Warner.
Selain meminta perang dihentikan, ia juga menegaskan bahwa setiap langkah lanjutan pemerintah, termasuk jika ingin memperpanjang operasi militer atau mengajukan tambahan anggaran perang, seharusnya terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Kongres Amerika Serikat.
Menurutnya, keterlibatan legislatif penting untuk memastikan keputusan perang tetap berada dalam koridor konstitusi dan mendapat pengawasan politik. Ia mengingatkan bahwa kekuatan militer semata tidak akan mampu memaksa Iran menyerah.
Baca Juga: Viral Pengakuan Jokowi Terkait Ijazah Miliknya Dibantah Eks Dosen Fakultas Kehutanan UGM
"Kita tidak akan bisa mengebom Iran hingga mereka menyerah," katanya.






Komentar (0)