Mitsubishi XForce Hybrid vs Honda HR-V e:HEV, Mana SUV Hybrid yang Lebih Menarik?

wartaekonomi.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Segmen SUV hybrid di Indonesia semakin kompetitif. Setelah Honda lebih dulu menghadirkan HR-V e:HEV, Mitsubishi kini ikut meramaikan pasar lewat XForce Hybrid. Menariknya, kedua model ini dipasarkan dengan banderol yang nyaris setara sehingga berpotensi menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi.

Meski sama-sama mengusung teknologi hybrid, keduanya menawarkan karakter yang berbeda. Mitsubishi lebih menonjolkan kemampuan berkendara di berbagai kondisi jalan, sedangkan Honda fokus pada efisiensi bahan bakar dan sensasi berkendara layaknya mobil listrik.

Lantas, bagaimana perbandingan keduanya?

Performa dan Mode Berkendara

Sebagai pemain baru di segmen SUV hybrid, Mitsubishi XForce Hybrid hadir dengan mesin bensin 1.6 liter DOHC empat silinder berkode 4A92 yang dipadukan motor listrik dan baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh.

Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 105,5 dk dengan torsi 134 Nm. Sementara motor listriknya mampu menyemburkan tenaga 114 dk dan torsi hingga 255 Nm.

Karakter berkendaranya terasa responsif sejak putaran awal berkat torsi instan dari motor listrik. Mitsubishi juga membekali XForce Hybrid dengan sistem transmisi Shift by Wire yang membuat perpindahan tenaga berlangsung lebih halus.

Salah satu nilai jual utama XForce Hybrid adalah hadirnya tujuh mode berkendara, yakni Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Mode, dan Charge Mode. Fitur ini membuat SUV tersebut lebih fleksibel saat melintasi berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal basah hingga jalur berbatu dan tanah.

Bagi pengguna yang kerap bepergian ke luar kota atau menghadapi kondisi jalan yang beragam, kelengkapan mode berkendara tersebut menjadi keunggulan tersendiri dibanding rivalnya.

Efisiensi

Honda mengusung filosofi berbeda pada HR-V e:HEV. SUV ini menggunakan mesin 1.5 liter DOHC i-VTEC Atkinson Cycle yang dipadukan motor listrik sebagai sumber tenaga utama.

Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 104 dk dan torsi 127 Nm. Sementara motor listriknya lebih bertenaga dengan output mencapai 129 dk dan torsi 253 Nm.

Sistem e:HEV milik Honda menerapkan konsep electric-first, di mana motor listrik menjadi penggerak utama dalam sebagian besar kondisi berkendara sehari-hari. Mesin bensin lebih sering berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, dan baru mengambil alih menggerakkan roda secara langsung ketika mobil melaju stabil di kecepatan tinggi.

Karakter tersebut membuat HR-V e:HEV terasa sangat halus saat digunakan di lalu lintas perkotaan, sekaligus menawarkan konsumsi bahan bakar yang efisien, terutama pada kondisi stop-and-go.

Meski hanya menyediakan tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport, sistem hybrid Honda mampu berpindah secara otomatis antara EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive tanpa terasa oleh pengemudi.

Selisih Harga Sangat Tipis

Persaingan kedua SUV hybrid ini juga semakin menarik karena banderolnya nyaris identik.

Mitsubishi XForce Hybrid dipasarkan dengan harga sekitar Rp445 juta (OTR Jabodetabek) untuk satu-satunya varian yang ditawarkan saat peluncuran.

Sementara itu, Honda HR-V e:HEV dibanderol mulai Rp449 juta untuk varian standar, Rp460,7 juta untuk varian Modulo, dan Rp488 juta untuk varian RS e:HEV.

Dengan selisih harga hanya sekitar Rp4 juta pada varian terendah, pilihan akhirnya akan sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing konsumen.

Pilih yang Mana?

Jika menginginkan SUV hybrid dengan kemampuan lebih fleksibel di berbagai kondisi jalan serta pilihan mode berkendara yang lengkap, Mitsubishi XForce Hybrid layak dipertimbangkan.

Namun, bagi konsumen yang lebih banyak beraktivitas di perkotaan dan mengutamakan efisiensi bahan bakar serta sensasi berkendara yang menyerupai mobil listrik murni, Honda HR-V e:HEV menjadi pilihan yang sulit diabaikan.

Keduanya menawarkan pendekatan berbeda terhadap teknologi hybrid, sehingga keputusan terbaik bergantung pada karakter penggunaan dan preferensi pengemudi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antrean Solar 7 Jam Diserobot, Sopir Truk Tikam Rekannya di SPBU Makassar
• 13 jam lalu
0
thumb
Sabet Golden Glove Piala Dunia 2026, Unai Simon: Pertahanan Spanyol Buat Saya Tak Perlu Kerja Keras
• 7 jam lalu
0
thumb
Menakar Prospek Sektor Otomotif, Simak Nasib Astra (ASII) Cs
• 16 jam lalu
0
thumb
Mereka Miskin, Mereka Kurang Berusaha
• 11 jam lalu
0
thumb
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 20 Juli, Dibuka di 5 Lokasi
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.