MEXICO CITY - Sepuluh mayat ditemukan di seluruh negara bagian Zacatecas, Meksiko tengah, pada Sabtu (19/7/2026) menurut pihak berwenang setempat. Lima di antaranya ditemukan tergantung di jembatan jalan raya.
Mayat-mayat tersebut, setengah telanjang dan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, ditemukan di tiga lokasi terpisah di Zacatecas. Beberapa di antaranya memiliki potongan kardus yang ditempelkan dengan pesan-pesan yang dikaitkan dengan kelompok kejahatan terorganisir. Para korban dilaporkan termasuk seorang mantan wali kota dan dua pejabat kota.
Pasukan keamanan federal dan negara bagian telah dikerahkan dan penyelidikan sedang berlangsung. Belum ada penangkapan yang diumumkan, demikian diwartakan RT.
Zacatecas telah lama menjadi salah satu negara bagian paling rawan kekerasan di Meksiko, karena kartel narkoba yang bersaing memperebutkan kendali atas rute perdagangan yang menghubungkan pantai Pasifik negara itu dengan perbatasan Amerika Serikat (AS). Pembunuhan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah otoritas federal dan negara bagian melaporkan penurunan tajam dalam kasus pembunuhan dan mengatakan kondisi keamanan telah membaik.
Pameran mayat di depan umum, termasuk korban yang digantung di jembatan, telah lama digunakan oleh kelompok kriminal Meksiko untuk mengintimidasi saingan dan mengirim pesan. Pembunuhan terbaru ini menggemakan serangkaian serangan serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Juni 2025, pihak berwenang menemukan 20 mayat di negara bagian Sinaloa di barat laut, termasuk empat korban yang dipenggal kepalanya dan digantung di jembatan. Kepala mereka ditemukan di dekatnya, di dalam kantong plastik.
Meksiko menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026 bersama AS dan Kanada. Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City menggelar 13 pertandingan selama turnamen, dengan pertandingan terakhir negara itu, yakni kekalahan Meksiko di babak 16 besar melawan Inggris, dimainkan di ibu kota pada 6 Juli. Turnamen ini berakhir pada hari Minggu dengan laga final antara Spanyol dan Argentina di New Jersey.
(Rahman Asmardika)





Komentar (0)