PKB: Konflik Suku-Agama Berawal dari Persoalan Kemiskinan

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Harlah Ke-28 PKB Faisol Riza mengungkapkan, berbagai konflik horizontal yang muncul di masyarakat sejatinya dipicu oleh persoalan hidup sehari-hari.

"Konflik antar kelompok, konflik antar agama, konflik antar suku adalah persoalan-persoalan yang sebenarnya didasari atas kebutuhan kita sehari-hari," kata Faisol saat menyampaikan sambutan mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam acara dialog kebangsaan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Minggu (19/7/2026).

Faisol mengatakan, pada akhirnya, masalah itu memicu konflik agama, konflik suku, maupun konflik lain.

Baca juga: Guyon Cak Imin Ingin Mundur dari Kapten gara-gara PKB Kalah dari PKS-Golkar

"Kadang-kadang kita tidak pernah menyadari bahwa persoalan-persoalan seperti kemiskinan, persoalan-persoalan seperti keterbelakangan ekonomi, pendidikan, sudah menjadi hal yang kita hadapi sehari-hari," imbuhnya.

Faisol menuturkan, persoalan itu menimbulkan pikiran-pikiran maupun berbagai pandangan yang memicu dan menjadi dorongan konflik-konflik horizontal muncul di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karenanya, Muhaimin Iskandar yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat berupaya memperkecil angka kemiskinan sesuai dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Profil dan Harta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Kabinet Prabowo-Gibran

Dengan begitu, ucap Faisol, konflik horizontal dapat diredam.

"Agar tidak ada peluang orang-orang yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi berpikir bahwa ada persoalan-persoalan yang memicu timbulnya konflik-konflik horizontal," beber Faisol.

Ia pun berharap berbagai program yang digagas Presiden Prabowo mampu menyelesaikan dan memutus persoalan mendasar dalam struktur masyarakat.

Menurutnya, kekuatan, modal, dan kekayaan Indonesia sebagai bangsa terlalu besar untuk menjadi hambatan di mana persatuan dan kesatuan tidak bisa dibangun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Peraturan Pemerintah: Lepas Status WNI Kena Tarif Rp 5 Juta

"Kekayaan-kekayaan inilah yang semestinya dijadikan modal untuk merawat perbedaan-perbedaan, merawat yang namanya perbedaan suku, perbedaan agama agar tetap ada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Faisol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Akhirnya Hotman Paris Meminta Maaf kepada Wartawan setelah Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak Sih' Viral sampai Tuai Kecaman
• 19 jam lalu
0
thumb
Terpopuler: Mobil Bekas Rp100 Jutaan, Motor Listrik VinFast, hingga Geely EX2 Pink Viral
• 22 jam lalu
0
thumb
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
• 21 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Melemah, Mepet Rp 2,5 Juta
• 21 jam lalu
0
thumb
Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Sebut Upaya Menunda Sidang Pokok Perkara | SAPA MALAM
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.