Kisah Foto Messi Memandikan Bayi Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

suarasurabaya.net
1 hari lalu
Cover Berita

Lionel Messi dan Lamine Yamal akan berhadapan untuk pertama kalinya di lapangan saat Argentina melawan Spanyol dalam final Piala Dunia FIFA 2026New Jersey Stadium, New York, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Duel itu menjadi menarik, karena keduanya terpaut usia hampir dua dekade, tetapi sama-sama menjadi pusat perhatian di generasinya masing-masing.

Meski belum pernah bertemu sebagai lawan di pertandingan resmi, keduanya ternyata pernah bersinggungan hampir 20 tahun lalu. Saat itu, sebuah foto memperlihatkan Messi muda sedang memandikan Yamal yang masih berusia tiga bulan.

Momen tersebut kemudian dianggap banyak orang seperti simbol, bahkan terasa seperti “baptisan” atau restu dari seorang legenda kepada calon bintang masa depan.

“Itu bukan kebetulan, itu mukjizat,” kata Joan Monfort, fotografer yang mengambil gambar tersebut, kepada FIFA.

Foto itu berawal dari proyek kalender amal pada 2006. Saat itu, surat kabar Catalan SPORT bekerja sama dengan yayasan Barcelona menerbitkan kalender berisi para pemain Barça yang berfoto bersama anak-anak. Proyek itu digelar untuk menggalang dana bagi Unicef.

Oriol Canals, yang saat itu bekerja di departemen pemasaran SPORT kepada FIFA menceritakan, bahwa edisi pertama kalender tersebut berlangsung sangat hectic. Setelah semua persetujuan diterima, mereka hanya memiliki empat hari untuk melakukan pemotretan.

“Edisi pertama itu gila. Saat kami menerima semua persetujuan, kami hanya punya empat hari untuk pemotretan. Kami hampir tidak tidur. Kami bekerja sangat cepat dan memotret para pemain dengan anak-anak dari keluarga dan teman kami. Setelah kalender pertama itu, kami memutuskan foto-fotonya harus lebih inklusif dan merepresentasikan masyarakat Catalonia,” kata Canals.

Seorang penggemar membentangkan foto Messi Muda saat memandikan bayi Lamine Yamal jelang final Piala Dunia 2026. Foto: FIFA

Sementara keluarga Yamal saat itu mengikuti proyek komunitas Unicef di kawasan Rocafonda, Mataro. Mereka kemudian memenangkan undian yang digelar organisasi tersebut, sehingga bayi mereka mendapat kesempatan tampil dalam foto bersama salah satu pemain Barcelona untuk kalender edisi 2008.

Pemain yang dipasangkan dengan Yamal sebenarnya bisa siapa saja. Saat itu Barcelona memiliki banyak bintang, mulai Eric Abidal, Xavi Hernandez, Ronaldinho, Thierry Henry, Andres Iniesta, Carles Puyol, hingga Victor Valdes. Namun, takdir mempertemukan Yamal dengan Messi.

Yamal lahir pada Jumat, 13 Juli 2007. Tiga setengah bulan kemudian, pada Rabu, 31 Oktober, Sheila, ibunya membawanya ke ruang ganti tim tamu di Camp Nou untuk menjalani sesi pemotretan yang berlangsung sekitar setengah jam.

“Messi kaku seperti sapu. Saya kira itu karena dia belum pernah menggendong bayi seumur hidupnya,” kata Canals.

Monfort juga mengingat ekspresi Messi saat melihat konsep pemotretan tersebut. Menurutnya, Messi ketika itu masih sangat pemalu dan tertutup.

Untuk mencairkan suasana, Monfort menggunakan bebek plastik milik putrinya agar Yamal tersenyum. Bahkan, bak mandi yang digunakan Yamal dan handuk untuk mengeringkannya juga dipinjam dari rumah.

Foto itu kemudian terlupakan selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya, Mounir, ayah Yamal membuka kembali album keluarga dan membagikan foto tersebut ke media sosial pada 2024, tepatnya beberapa hari sebelum Yamal meraih gelar juara Euro 2024 bersama Spanyol.

Foto itu langsung viral dan kembali masuk ke kehidupan Canals dan Monfort. Keduanya sebelumnya tidak tahu bahwa bayi yang dulu berfoto bersama Messi itu tumbuh menjadi salah satu talenta terbesar sepak bola dunia saat ini.

“Ini luar biasa. Ini seperti hadiah yang diberikan hidup kepada Anda. Rasanya seperti Michael Jordan memandikan LeBron James. Benar-benar tidak bisa dipercaya; sangat gila. Awalnya, orang-orang bertanya apakah itu AI. Ini seperti dari dunia lain. Ini cerita yang indah dan luar biasa,” kata Canals.

Bagi Monfort, foto itu tidak sekadar dokumentasi lama. Ia menyebut gambar tersebut terasa seperti sejarah yang ditulis sebelum benar-benar terjadi.

“Foto itu terukir dalam jiwa saya. Itu mukjizat saat itu dan tetap menjadi mukjizat 20 tahun kemudian. Rasanya seperti menulis sejarah sebelum sejarah itu terjadi. Tidak ada yang bisa membayangkan semuanya akan berjalan seperti ini,” ujarnya.

Monfort mengatakan, perjalanan Messi dan Yamal membuat foto itu semakin terasa istimewa. Messi kemudian tumbuh menjadi salah satu atlet terbaik dalam sejarah, sementara Yamal sudah mencuri perhatian sejak usia sangat muda, menjuarai Euro pada usia 17 tahun, dan kini bersiap menghadapi Messi di final Piala Dunia.

“Saya tidak pernah religius, tapi saya mulai percaya ada sesuatu yang lebih besar daripada kita di luar sana. Saya tidak tahu apa itu atau dari mana datangnya, tapi pasti ada sesuatu, karena cara semuanya terjadi benar-benar tidak bisa dijelaskan dan terasa magis,” kata Monfort.

Ia menilai, pertemuan Messi dan Yamal di final Piala Dunia menjadi penutup paling sempurna dari kisah foto lama tersebut.

“Dan membayangkan mereka akan berada di lapangan dalam final Piala Dunia, satu berusia 39 tahun dan satu lagi 19 tahun, itu benar-benar menjadi puncaknya,” pungkasnya. (bil/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Pria di Depok Ditangkap usai Challenge 2 Bocah Makan Cabai hingga Masuk Freezer
• 23 jam lalu
0
thumb
Aspirasi: Suara Konsumen soal Beras Premium
• 15 jam lalu
0
thumb
Sah Jadi Juara Edisi 2026, Mengapa Timnas Spanyol Bisa Otomatis Lolos ke Piala Dunia 2030?
• 7 jam lalu
0
thumb
Anya Taylor-Joy Antusias Selami Dunia The Lord of the Rings
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.