Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dikabarkan sedang bersiap melepas 70% kepemilikannya di PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), entitas usaha perseroan yang bergerak di segmen data center. TLKM menggenggam kepemilikan langsung sebesar 99,99%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya yang terbit pada 16 Juli 2026 menjelaskan bahwa nilai divestasi tersebut ditaksir mencapai US$1 hingga US$1,5 miliar.
Mereka bilang, manajemen TLKM melakukan divestasi tersebut bertujuan untuk menggandeng operator data center global sebagai mitra strategis guna memperkuat kapabilitas operasional, khususnya dalam melayani pelanggan hyperscaler.
Adapun, NeutraDC baru menyumbang 1,1% terhadap pendapatan TLKM secara konsolidasi dalam periode kuartal I/2026 dan sepanjang 2025. Manajemen TLKM menargetkan kontribusinya meningkat menjadi 3%–5% dalam jangka menengah.
"TLKM menyatakan telah menyaring kandidat hingga tahap akhir (shortlisted the final candidates) dan berharap transaksi tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini," kata analis dalam risetnya, dikutip Minggu (19/7/2026).
Rencana aksi korporasi TLKM ini sepertinya diapresiasi pasar. Harga saham TLKM melambung 5,14% pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026), ke posisi Rp2.660. Level harga tersebut mencerminkan koreksi 23,56% sejak awal tahun (year-to-date/YTD).
Baca Juga
- Biometrik Berlaku (19/7), Ini Cara Baru Registrasi Telkomsel, XLSMART, dan Indosat
- Lebih Ramping, Telkom Fokus Perkuat Mesin Pertumbuhan Data Center dan AI
- Strategi Perampingan Telkom (TLKM) Tak Selalu Berujung pada Divestasi
Dalam risetnya, mereka menyematkan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp3.750. Bahkan, ada potensi harga saham TLKM bisa menembus level tersebut dengan asumsi valuasi NeutraDC bisa dilepas di harga taksiran.
"Masuknya operator data center global dengan valuasi US$1,0–US$1,5 miliar berpotensi membuka nilai bagi TLKM, yang mengindikasikan potensi kenaikan (upside) sekitar 4% terhadap target harga kami, sebesar Rp3.900 per saham dengan asumsi NeutraDC dinilai menggunakan EV/EBITDA blended TLKM sebesar 5,4 kali," ujar mereka.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






Komentar (0)